Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL CIREBON

UMC Jadi Tuan Rumah KEBUMI Year 3, Bahas Ancaman Pencemaran Udara bagi Kesehatan Masyarakat

UMC Jadi Tuan Rumah KEBUMI Year 3, Bahas Ancaman Pencemaran Udara bagi Kesehatan Masyarakat

Aspek kesehatan kerja turut menjadi perhatian. Penelitian menunjukkan bahwa stres kerja, gangguan tidur, jam kerja yang panjang, dan tekanan psikososial berkontribusi terhadap meningkatnya kelelahan serta risiko gangguan kesehatan pekerja. Karena itu, perlindungan kesehatan pekerja dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan kerja, dan kesehatan mental.

Analisis citra satelit Landsat periode 2013–2025 juga memperlihatkan perubahan tutupan lahan berupa berkurangnya vegetasi dan bertambahnya area terbuka di sekitar kawasan industri nikel. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi daya dukung lingkungan sekaligus kualitas kesehatan masyarakat di wilayah sekitar.

Pada sesi keynote lecture, Founder Indonesia Health Promoting Hospital Network (IHPH) sekaligus Founder KEBUMI, dr. Suherman, MKM, menegaskan bahwa rumah sakit harus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi krisis lingkungan melalui penerapan konsep Green Hospital. Menurutnya, transformasi tersebut penting agar pelayanan kesehatan mampu menekan emisi karbon, mengurangi limbah medis, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Sementara itu, dr. Rachel Amelia, Sp.PK menjelaskan bahwa paparan partikel PM₂.₅ menjadi salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit karena ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk hingga ke alveolus paru dan sirkulasi darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner, stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, pneumonia, hingga kanker paru.

Forum KEBUMI Year 3 juga menghadirkan sejumlah pakar nasional, di antaranya Prof. Dr. Apt. Ilma Nugrahani, M.Si., Dr. Apt. Fitri Alfiani, M.KM., dr. Ade Fadil Fajargumelar, M.M.R., Hikmat Soeriatanuwijaya, dan Roni Razali, SKM., ME. Para narasumber membahas berbagai isu strategis, mulai dari farmasi hijau, pembangunan kesehatan berketahanan iklim, kesehatan lingkungan, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Melalui forum ini, para peserta mendorong penguatan sistem pemantauan kualitas udara, integrasi surveilans kesehatan dengan pemantauan lingkungan, peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, serta penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah sebagai fondasi pembangunan kesehatan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita