Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Kolaborasi BPOM dan PWI Jatim, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan demi Lindungi Konsumen

Kolaborasi BPOM dan PWI Jatim, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan demi Lindungi Konsumen

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur mempererat sinergi melalui kegiatan Media Gathering bertema “Dari Pewartaan Mencegah, Mewujudkan Obat dan Makanan Aman, Bermutu dan Berdaya Saing”, Kamis (06/08), di Aula Gandrung Banyuwangi, gedung BPOM Surabaya.

Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran strategis media massa sebagai jembatan informasi publik guna mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap peredaran produk obat, makanan, kosmetik, dan obat tradisional di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Jatim, Lutfi Hakim, mengapresiasi keterbukaan informasi yang dijalankan oleh BPOM. Menurutnya, jumlah produk beredar yang mencapai ratusan ribu item dengan wilayah pengawasan yang sangat luas tidak mungkin dapat ditangani oleh BPOM seorang diri tanpa dukungan aktif dari insan pers.

“Dengan wilayah yang begitu luas dan keterbatasan jumlah personel, kehadiran pers sangat krusial. Bukan sekadar menyampaikan berita, tapi bagaimana tulisan kita memberikan makna dan perlindungan nyata terhadap keselamatan konsumen,” ujar Lutfi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPOM Surabaya, Yudi Noviandi, M.Sc.Tech., Apt., memaparkan tantangan besar dalam mengawasi jutaan produk dan puluhan ribu sarana distribusi di Jawa Timur. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan media menjadi salah satu kunci utama untuk menekan peredaran produk ilegal maupun produk yang tidak memenuhi syarat (TMS).

“Tahun lalu saja, penindakan yang kami lakukan berhasil menyelamatkan potensi ancaman bagi jutaan konsumen. Oleh karena itu, sinergi dengan teman-teman media di Jatim sangat kami butuhkan, baik untuk edukasi preventif maupun respons cepat terhadap pengaduan masyarakat,” jelas Yudi.

BPOM saat ini terus memperluas jangkauan layanan melalui kantor-kantor balai dan loka di berbagai wilayah Jawa Timur, seperti Kediri, Jember, Madiun, serta rencana pembukaan kantor baru di beberapa daerah guna mendekatkan pelayanan kepada pelaku usaha UMKM.

Berbagai inovasi layanan publik juga terus dikembangkan, mulai dari percepatan izin ekspor-impor, pendampingan sertifikasi cara produksi yang baik (CPPOB/CPKB), hingga program jemput bola untuk membina UMKM pangan dan kosmetik agar produk lokal mampu berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun global.

Melalui kegiatan gathering ini, BPOM Surabaya dan PWI Jatim berharap hubungan komunikasi yang terjalin semakin solid, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya akurat dan edukatif, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif dalam mewujudkan perlindungan konsumen yang optimal di Jawa Timur. (SNT)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita