Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Musda Demokrat Jatim Belum Digelar, Pengamat: Tergantung Cikeas, belum ada jaminan pengurus saat ini aman

Musda Demokrat Jatim Belum Digelar, Pengamat: Tergantung Cikeas, belum ada jaminan pengurus saat ini aman

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Kapan Musda Demokrat akan berlangsung, belum ada yang bisa memastikan. Maklum Ketum DPP Partai Demokrat memang harus berbagi waktu antara menjadi menteri dan mengurus partai. Kenapa Jatim belum menemukan waktu tepat, yang tahu hanya DPP. Sepertinya bukan itu masalahnya, bukan soal kapan Musda. Tapi seperti apa kondisi Demokrat Jatim menjelang pertarungan 2029, yakinkah bahwa kursi akan bertambah atau justru akan jadi partai yang tidak akan punya kursi pimpinan dewan alias kursinya turun lagi ?

Sebab tentu belum ada jaminan pengurus yang saat ini menjabat akan kembali memimpin Demokrat Jatim. Mengingat kursi di tingkat DPRD Jatim turun signifikan dari 14 kursi menjadi 11 kursi, 3 kursi hilang diambil partai lain. Artinya kepengurusan hari ini belum punya “prestasi”

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, mengatakan tantangan ke depan Demokrat cukup berat. Apalagi dengan posisi Demokrat
sebagai partai menengah dan secara nasional menjadi bagian dari pemerintahan sehingga efek elektoral atau coattail effect dari Pilpres dinilai tidak lagi mudah diperoleh.

“Risiko sebagai partai tengah, Demokrat Jatim memang harus waspada dan bekerja super keras. Apalagi sekarang secara makro politik nasional Demokrat menjadi bagian dari pemerintah. Sulit rasanya mendapat coattail effect dari Pemilu maupun Pilpres,” ujar Surokim, Kamis (6/8/2026).

Dengan kondisi dan posisi ini kata Surokim mengharuskan Demokrat bekerja lebih keras merawat basis pemilih tradisional sekaligus membuka ruang bagi pemilih baru, terutama dari kalangan Generasi Z.

“Demokrat harus berjuang sendiri merawat basis pemilihnya dengan baik, mengandalkan pemilih loyal agar tidak hilang, sembari terus membuka peluang merebut ceruk pemilih baru dari Gen Z,” katanya.

Situasi yang menyelimuti Demokrat ini bukan perkara mudah. Butuh perjuangan keras. Bahkan menurutnya, mampu mempertahankan jumlah kursi yang diraih saat ini di DPRD Jawa Timur pada Pemilu mendatang saja, itu sudah bisa dikategorikan sebagai prestasi yang baik.

“Menurut saya itu tantangan yang tidak mudah. Perlu bekerja super keras. Bisa mempertahankan raihan kursinya saat ini saja di DPRD Jatim itu sudah bagus dan prestatif,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menilai pelaksanaan Musda Demokrat Jatim memiliki gengsi politik yang tinggi. Pasalnya, Jawa Timur merupakan daerah asal Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta keluarganya, sehingga arah keputusan DPP akan sangat menentukan.

“Pertarungan Demokrat di Jawa Timur ini gengsinya tinggi karena Pak SBY dan keluarga berasal dari Jawa Timur. Saya yakin kalau tidak mendapat restu Cikeas akan sulit. Sinyal dari DPP yang akan menentukan kapan Musda Demokrat Jatim digelar,” ujarnya.

Surokim juga menegaskan, belum ada jaminan bahwa pengurus yang saat ini memimpin otomatis akan kembali mendapatkan mandat.

“Belum ada jaminan pengurus yang ada saat ini aman. Pertama, pengurus harus memiliki restu dari DPP dan Cikeas. Kedua, harus mendapat dukungan dari DPC-DPC, serta sejalan dengan arahan DPP dan menunjukkan kerja keras untuk partai,” katanya.

Ia menambahkan, figur yang berpeluang memimpin Demokrat Jawa Timur ke depan harus memenuhi sejumlah syarat politik, mulai dari loyalitas terhadap partai, memiliki komunikasi yang harmonis dengan struktur di bawah, mendapat kepercayaan DPP, hingga memiliki tingkat eksistensi yang tinggi di ruang publik.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita