Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SIDOARJO

Wabup Mimik Sidak Rusunawa Pucang Sidoarjo, Temukan Sejumlah Fasilitas dan Halaman Kotor

Wabup Mimik Sidak Rusunawa Pucang Sidoarjo, Temukan Sejumlah Fasilitas dan Halaman Kotor

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pucang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).

Dalam sidak tersebut, Wabup Mimik didampingi sejumlah penghuni rusun meninjau kondisi tiga blok bangunan, yakni Blok A, B dan C. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah fasilitas yang membutuhkan perhatian, termasuk kondisi halaman yang terlihat kotor dan dipenuhi sampah.

Mimik juga menerima berbagai keluhan dari para penghuni, mulai dari kebersihan lingkungan, fasilitas umum, hingga kondisi bangunan yang dinilai sudah membutuhkan perbaikan.

Salah seorang penghuni Rusunawa Pucang, Tika, mengatakan dirinya telah menempati Rusunawa Pucang Blok C sejak 2017. Menurutnya, persoalan kebersihan menjadi salah satu keluhan penghuni karena tenaga kebersihan yang tersedia sangat terbatas.

Menanggapi kondisi tersebut, Wabup Mimik menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir memastikan hak para penghuni rusun terpenuhi. Terlebih, para penghuni setiap bulan tetap membayar biaya sewa.

“Penghuni yang ada di rusunawa ini mendapatkan haknya, karena mereka sudah membayar tiap bulan. Tetapi haknya belum terpenuhi, terutama fasilitas umum dan kebersihan lingkungan,” ujar Mimik.

Menurutnya, kondisi tenaga kebersihan di Rusunawa Pucang juga sangat memprihatinkan. Dari tiga gedung yang masing-masing memiliki lima lantai, hanya terdapat dua tenaga kebersihan.

“Ini tidak manusiawi. Tiga gedung, mulai lantai satu sampai lantai lima, hanya diurus dua orang tenaga kebersihan. Belum lagi pembersihan halaman, kondisinya kotor dan penuh sampah,” tegasnya.

Selain persoalan kebersihan, Mimik juga menemukan adanya fasilitas yang perlu segera mendapatkan pembenahan. Salah satunya penerangan lingkungan serta kondisi bangunan yang mengalami kebocoran.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera turun tangan melakukan perbaikan dan perawatan terhadap fasilitas Rusunawa Pucang.

“Usulan kita, segera ada perbaikan, terutama fasilitas penerangan dan kebersihan. Ada juga gedung yang banyak bocor sampai bagian bawahnya mengalami kerusakan. Ini segera harus dibenahi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

Mimik menegaskan, pihak terkait tidak cukup hanya melihat kondisi rusun dari balik meja. Ia meminta Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“BPKD harus turun ke sini. Jangan hanya di kantor. Turun dan lihat kondisi seperti ini,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Mimik juga menyinggung pengelolaan pendapatan Rusunawa. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pendapatan dari Rusunawa Pucang mencapai sekitar Rp3 miliar lebih per tahun.

Namun, tingkat hunian disebut baru sekitar 85 persen dari total kamar yang tersedia. Menurut Mimik, pendapatan tersebut semestinya dapat dioptimalkan untuk mendukung biaya perawatan dan renovasi fasilitas rusun.

“Pendapatannya sekitar Rp3 miliar lebih. Seharusnya ada yang dikembalikan untuk biaya renovasi atau perawatan. Berarti selama ini belum maksimal,” ujarnya.

Mimik memastikan persoalan tersebut akan dibahas bersama instansi terkait agar perbaikan dapat segera dilakukan.

“Nanti akan kita rapatkan dengan Perkim dan dinas terkait. Pemerintah harus segera hadir membantu Rusunawa yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Keluhan Asap dan Limbah

Selain kondisi bangunan dan kebersihan, dalam sidak tersebut juga muncul keluhan warga mengenai asap dan dugaan polusi yang dirasakan penghuni Rusunawa Pucang, terutama pada malam hari.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita