Ia juga melihat potensi besar Sambiganen untuk berkembang lebih jauh dengan menjadikan kopi sebagai salah satu identitas unggulan desa. Dukungan teknologi pengolahan kopi dan penambahan 1.000 batang bibit kopi dinilai dapat menjadi modal penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
“Ke depan kami berharap Sambiganen tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi, tetapi bisa berkembang menjadi Desa Agrowisata Kopi. Dengan bertambahnya tanaman kopi dan adanya teknologi pengolahan yang lebih baik, potensi ini sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan kelompok ternak, program PMM di Sambiganen diharapkan mampu membangun ekosistem usaha kopi yang lebih produktif. Mulai dari budidaya, pengolahan hasil panen, pemanfaatan limbah hingga digitalisasi pengelolaan keuangan, seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mempersiapkan Sambiganen tumbuh sebagai desa definitif berbasis potensi kopi.(*)

