“Di area-area terbuka, lahan-lahan yang terbuka di Sekretariat DPRD Jawa Timur, kita menggunakan sistem pangan hidroponik dan kita memanfaatkan kolam yang ada untuk kita tebar benih lele,” ungkap Ali
Ali menjelaskan hasil dari pemanfaatan lahan dan kolam tersebut nantinya diprioritaskan untuk kebutuhan internal Sekretariat DPRD Jatim.
Mulai dari karyawan, ASN, PNS hingga pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dapat memanfaatkan hasil program tersebut.
Dalam kondisi tertentu, hasilnya juga diberikan kepada masyarakat di sekitar kantor DPRD Jatim.
“Dari internal kami, para karyawan, para ASN, para PNS, PPPK. Terkadang kita juga berikan kepada warga sekitar kantor gedung DPRD Jawa Timur,” katanya.
Menurut Ali, langkah tersebut merupakan bagian dari kontribusi kecil Sekretariat DPRD Jatim dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada lingkungan sekitar.
“Bagian dari trickle down effect yang kita berikan atau kebermanfaatan terhadap masyarakat yang ada di sekitar kantor,” ujarnya.
Ali menambahkan, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam sektor pangan nasional, terutama karena produksi berasnya menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional.
“Memang dari produksi beras yang tertinggi secara nasional dan tentu ini sangat membanggakan dan harus terus dipertahankan di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. Nang

