JAYAPURA, KANALINDONESIA.COM: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 yang mengguncang wilayah Papua Pegunungan dan sekitarnya pada Rabu (2/9/2026) pukul 07.04:55 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di darat, tepatnya 69 kilometer arah timur laut Kobagma, Kabupaten Mamberamo Tengah, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 100 kilometer.
Meskipun berpusat di Kobagma, guncangan gempa ini meluas dan terasa di sejumlah wilayah kabupaten tetangga. BMKG mencatat skala intensitas gempa mencapai II-III MMI di Kota Jayapura, II-III MMI di Wamena (Kabupaten Jayawijaya), serta II MMI di Kabupaten Yahukimo. Getaran pada skala II-III MMI ini menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang serta terasa nyata di dalam rumah seakan-akan ada kendaraan berat yang melintas.
Kedalaman pusat gempa yang mencapai 100 kilometer mengindikasikan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi menengah. Gempa bumi jenis ini umumnya terjadi akibat adanya aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng tektonik yang berada di bawah wilayah daratan Papua.
Hingga saat ini, BMKG belum menerima maupun merilis laporan resmi mengenai kerusakan fisik pada bangunan fasilitas umum maupun adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah Papua Pegunungan untuk mengantisipasi potensi timbulnya gempa susulan.
Pihak BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga dianjurkan untuk memeriksa dan memastikan struktur bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa serta aman dari risiko retakan sebelum memutuskan untuk kembali beraktivitas di dalam rumah.

