Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JAKARTA

Gubernur Pramono Tinjau Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati, Revitalisasi Total Dimulai 2027

Gubernur Pramono Tinjau Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati, Revitalisasi Total Dimulai 2027

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mematangkan langkah penataan Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Ikan Kramat Jati, Jakarta Timur. Kawasan perdagangan tersebut disiapkan untuk menjalani revitalisasi secara menyeluruh pada 2027.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung meninjau kondisi Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati pada Selasa (1/9/2026) malam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat situasi lapangan sekaligus memastikan proses penataan pedagang berjalan sesuai rencana.

Dalam peninjauannya, Pramono melihat langsung aktivitas perdagangan yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Penataan dinilai perlu dilakukan agar keberadaan pasar tidak hanya mampu mendukung aktivitas ekonomi pedagang, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang berbelanja.

Pemprov DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya kini menyiapkan sejumlah tahapan sebelum revitalisasi total dilaksanakan. Salah satunya adalah melakukan penataan dan pengaturan kembali lokasi para pedagang.

Kepala Perumda Pasar Jaya mengatakan, revitalisasi menyeluruh Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.

“Revitalisasi total direncanakan pada 2027. Saat ini kami masih melakukan persiapan dan penataan terhadap para pedagang yang berada di lokasi,” ujarnya.

Sebelum pembangunan dimulai, sebagian pedagang akan dipindahkan sementara ke lokasi alternatif. Pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan jenis usaha serta ketersediaan ruang di lokasi tujuan.

Pedagang kue, misalnya, direncanakan menempati Lokbin Cililitan. Sementara pedagang lainnya akan diarahkan ke lokasi berbeda yang disesuaikan dengan karakteristik usaha masing-masing.

Kebijakan tersebut diharapkan tidak memutus aktivitas ekonomi para pedagang. Dengan adanya lokasi pengganti, mereka tetap dapat menjalankan usaha sembari proses persiapan revitalisasi berlangsung.

Pemprov DKI Jakarta juga memberikan stimulus bagi pedagang yang terdampak penataan. Pedagang yang berpindah ke lokasi alternatif akan dibebaskan dari pembayaran retribusi selama enam bulan.

Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban pedagang selama masa transisi sekaligus mendorong mereka mengikuti proses penataan yang telah disiapkan pemerintah.

Revitalisasi Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati nantinya tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan. Penataan kawasan juga diarahkan untuk menciptakan ruang perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan pedagang serta masyarakat.

Pemprov DKI Jakarta bersama Perumda Pasar Jaya berharap revitalisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pasar rakyat sekaligus memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi para pedagang.

Dengan tahapan penataan yang mulai dilakukan sejak sekarang, kawasan Pasar Ikan Kramat Jati diharapkan dapat memasuki fase baru sebagai pusat perdagangan yang lebih modern tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai ruang ekonomi masyarakat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita