Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL TANGERANG

Penutupan sementara bandara Soekarno-Hatta dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau

Penutupan sementara bandara Soekarno-Hatta dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau

TANGERANG, KANALINDONESIA.COM: Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (6/9/2026) dini hari.

Munculnya abu vulkanik dari aktivitas erupsi menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam menjaga keselamatan penerbangan. Sejumlah maskapai pun melakukan penyesuaian perjalanan, mulai dari pembatalan hingga penundaan penerbangan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan otoritas penerbangan, sebanyak 16 penerbangan mengalami pembatalan, tujuh penerbangan ditunda, dan lima penerbangan dijadwalkan ulang.

Untuk penerbangan domestik, tercatat empat penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan dialihkan akibat kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman, mengatakan penyesuaian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan aspek keselamatan penerbangan.

“Penerbangan domestik terdapat empat pembatalan dan satu penerbangan yang dialihkan,” ujar Lukman.

Dampak pembatalan dan perubahan jadwal tersebut turut dirasakan para calon penumpang. Sejumlah penumpang terlihat mendatangi area pelayanan maskapai di terminal Bandara Soekarno-Hatta untuk memperoleh kepastian mengenai keberangkatan mereka.

Sebagian penumpang memilih reschedule, sementara lainnya mengajukan refund tiket sesuai ketentuan dan kebijakan maskapai masing-masing.

Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta bersama maskapai dan instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi ruang udara di sekitar jalur penerbangan.

Informasi mengenai penerbangan yang terdampak juga masih diperbarui secara berkala seiring perkembangan kondisi vulkanik.

Para calon penumpang diimbau tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya. Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal resmi maskapai masing-masing untuk mengetahui apakah penerbangan tetap beroperasi, mengalami penundaan, dialihkan, atau dibatalkan.

Pembatalan maupun penyesuaian penerbangan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengganggu operasional pesawat.

Dalam kondisi seperti ini, aspek keselamatan penumpang, awak pesawat, serta seluruh pengguna ruang udara menjadi pertimbangan utama sebelum penerbangan kembali dijalankan secara normal.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita