Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANYUWANGI

Karhutla Gunung Ijen Banyuwangi Meluas, 20 Hektare Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan Terjal

Karhutla Gunung Ijen Banyuwangi Meluas, 20 Hektare Terbakar, Pemadaman Terkendala Medan Terjal
istimewa

BANYUWANGI, KANALINDONESIA.COM: Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di kawasan Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih menjadi perhatian serius. Hingga Senin (7/9/2026), api dilaporkan belum sepenuhnya padam dan area yang terbakar telah mencapai sekitar 20 hektare.

Kondisi medan yang terjal serta cuaca ekstrem menjadi kendala utama bagi petugas dalam melakukan pemadaman. Tim gabungan harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla Kawah Ijen. Penanganan kebakaran juga diperkuat dengan penggunaan helikopter untuk melakukan water bombing dari udara.

Helikopter water bombing diprioritaskan untuk membantu pemadaman di kawasan jalur pendakian Ijen. Langkah tersebut sekaligus dilakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan dan mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas.

Namun, pada Senin (7/9), operasi water bombing tidak dilakukan. BPBD Jawa Timur menyebut helikopter dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa untuk melanjutkan upaya pemadaman dari udara.

Kondisi ini membuat penanganan karhutla Ijen membutuhkan koordinasi lintas instansi. Petugas di lapangan terus berupaya mengendalikan api dengan mempertimbangkan kondisi medan dan perkembangan cuaca.

Karhutla di kawasan Ijen juga berdampak terhadap aktivitas wisata. Jalur pendakian menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus karena berada dekat dengan lokasi kebakaran.

Masyarakat dan wisatawan diimbau mengikuti informasi serta arahan petugas. Pengunjung juga diminta tidak mendekati kawasan yang terdampak kebakaran demi keselamatan.

Kebakaran Gunung Ijen menjadi perhatian karena selain mengancam ekosistem hutan, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas wisata di salah satu destinasi unggulan Banyuwangi.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita