Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan dapat diarahkan pada kegiatan produktif yang melibatkan unsur pemasyarakatan, dunia usaha dan kelompok masyarakat.
Bagi Lapas Kelas IIA Pamekasan, pengembangan pertanian hortikultura menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus membangun kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas.
Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari program tersebut bukan semata-mata buah dan komoditas pertanian, melainkan terbentuknya keterampilan yang dapat menjadi bekal warga binaan untuk kembali beraktivitas secara produktif di tengah masyarakat.

