Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bagaimana stasiun dapat menjadi titik temu berbagai aktivitas positif. Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, kehadiran seni dan budaya di ruang stasiun memberikan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan sekaligus membuka ruang bagi seniman dan pelaku budaya untuk memperkenalkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan bahwa KAI Mini Fair merupakan bentuk komitmen KAI untuk terus membangun kedekatan dengan pelanggan sekaligus memberikan ruang bagi seni dan budaya lokal untuk hadir di ruang publik.
“Melalui KAI Mini Fair ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan kereta api. Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan jajaran KAI, menyampaikan pengalaman dan masukannya, sekaligus menikmati karya seni dan pertunjukan budaya Cirebon di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, keterlibatan seniman, komunitas, dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti Nglukis on Station, pameran seni rupa, serta pertunjukan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Cirebon kepada masyarakat dari berbagai daerah yang datang dan berangkat melalui Stasiun Cirebon. Dengan kolaborasi ini, stasiun tidak hanya menjadi tempat mobilitas, tetapi juga dapat menjadi ruang apresiasi, interaksi, dan pelestarian budaya,” tutup Muhibbuddin.

