Di tengah isu yang berkembang, masyarakat membutuhkan penjelasan langsung dari pihak-pihak yang disebut terlibat dalam gerakan maupun pertemuan yang menjadi sumber rumor.
Apabila tidak pernah ada transaksi sebagaimana isu yang beredar, maka klarifikasi terbuka menjadi penting untuk memulihkan kepercayaan publik.
Sebaliknya, apabila memang terdapat pertemuan atau komunikasi setelah aksi, masyarakat juga berhak mengetahui konteksnya secara transparan.
Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar nama sebuah organisasi. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat Bandung Barat terhadap gerakan yang mengatasnamakan kepentingan rakyat.
Publik kini tidak hanya menunggu siapa yang akan dicopot atau siapa yang akan bertahan dalam pusaran polemik pemerintahan KBB.
Masyarakat juga mulai menilai ulang siapa yang benar-benar konsisten memperjuangkan kepentingan mereka.
Di titik inilah ormas di Bandung Barat menghadapi ujian sebenarnya: membuktikan bahwa suara rakyat bukan komoditas dalam tarik-menarik kepentingan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka.

