Di Kota Cilegon, program kesiapsiagaan berbasis masyarakat mencakup Kelurahan Gerem di Kecamatan Grogol, Kubangsari di Kecamatan Ciwandan, serta Lebak Gede dan Mekarsari di Kecamatan Pulomerak.
Keberadaan Destana diharapkan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya, memahami informasi peringatan dini, menyusun rencana evakuasi, dan berkoordinasi dengan petugas saat keadaan darurat.
BNPB menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada kegiatan simulasi. Pengetahuan tentang ancaman bencana perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat di kawasan pesisir.
Pemerintah daerah, petugas kebencanaan, relawan, lembaga pendidikan, media, dunia usaha, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan informasi peringatan dapat diterima serta dipahami dengan baik.
Selain itu, jalur evakuasi dan lokasi pengungsian perlu diketahui warga. Latihan berkala juga diperlukan agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan sesuai karakteristik ancaman di wilayahnya.
Melalui aktivasi sirine dan simulasi evakuasi, BNPB bersama Pemerintah Provinsi Banten mendorong terbentuknya masyarakat pesisir yang lebih siap menghadapi ancaman tsunami.
Sistem peringatan dini yang didukung infrastruktur memadai harus berjalan beriringan dengan edukasi, koordinasi, dan kemampuan masyarakat mengambil tindakan secara cepat dan tepat. Kesiapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko korban jiwa ketika bencana terjadi.

