SURABAYA KANALINDONESIA.COM : DPRD Jatim mengisyaratkan akan menjaga tradisi pengesahan APBD Jatim 2027 teoat pada Hari Pahlawan atau pada 10 November 2026.
Hal ini seperti yang ditegaskan Ketua DPRD Jawa Timur M Musyafak. Politisi PKB ini memastikan APBD 2027 akan digedog tanggal 10 November 2026, Musyafak mengatakan DPRD Jatim ingin menjaga momentum sakral tahunan ini termasuk untuk APBD Jatim 2027.
“Hasil rapat pimpinan dengan fraksi-fraksi dan juga komisi-komisi berkomitmen menetapkan APBD 2027 itu di 10 November. Insyaallah kalau tidak ada halangan yang berarti, akan bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” kata Musyafak, Rabu, (4/11/2026).
Meski begitu Musyafak mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi penelusuran anggaran sekaligus noken klatur lebih spesifik terkait dengan APBD tahun 2027.
“Misalkan, teman-teman minta supaya anggaran KONI yang di situ belum tercantum pada saat ada apa kegiatan lomba apa ya, pertandingan bulu tangkis. Kalau dulu kan hanya dianggarkan pada saatnya saja. Tapi kan sebelum itu kan ada, ada persiapan, ada TC dan sebagainya, itu tidak teranggarkan sehingga akhirnya nyaris tidak bisa mengikuti kegiatan,” ujar ketua dewan Jatim.
Yang kedua, masalah mobil Trans Jatim koridor Mojokerto, Jombang juga disiapkan.
“Nah, itu semua bagian daripada anggaran yang semestinya harus sudah mulai dicanangkan di tahun 2027. Karena itu, memang kebutuhan masyarakat riil yang betul-betul memang itu dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ditegaskan Musyafak, Program Trans Jatim untuk koridor Jombang Nganjuk itu bakal terealisasi di APBD 2027.
“Insyaallah 2027. Ya. Jadi itu permintaan dari kabupaten/kota yang sudah mendesak dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Peningkatan sarana transportasi publik ini merupakan langkah nyata Pemprov Jatim dalam menghadirkan konektivitas antarwilayah yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.
DPRD Jatim mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dishub untuk tidak berhenti dan terus melanjutkan ekspansi program Trans Jatim ke kawasan strategis lainnya, khususnya rute konektivitas Mojokerto–Jombang.
“Pengembangan jalur Trans Jatim ke wilayah Mojokerto dan Jombang sangat krusial dan mendesak. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi, pariwisata, dan keagamaan yang sangat besar namun membutuhkan dukungan aksesibilitas publik yang padu,” ujarnya. Nang

