Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Dua Keluarga Besar UMPO Dipercaya Jadi Juri Ponorogo Inotek Award 2026

Dua Keluarga Besar UMPO Dipercaya Jadi Juri Ponorogo Inotek Award 2026

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) turut mengambil peran dalam penilaian ajang Ponorogo Inovasi dan Teknologi (Inotek) Award 2026. Dua figur dari keluarga besar kampus tersebut dipercaya menjadi anggota dewan juri, yakni Wakil Rektor I UMPO, Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP., dan alumnus UMPO yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ponorogo, W. Arso, S.I.Kom.

Keterlibatan keduanya mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Rido Kurnianto. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada unsur pimpinan akademik dan alumni tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bentuk pengakuan terhadap kualitas sumber daya manusia yang dimiliki UMPO.

“Alhamdulillah, terpilihnya dua keluarga besar UMPO, Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP., dosen senior sekaligus unsur pimpinan UMPO sebagai Wakil Rektor I, dan W. Arso, S.I.Kom., alumnus UMPO, merupakan kebanggaan dan kesyukuran bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Ponorogo,” ungkap Rido Kurnianto.

Ia menambahkan, kepercayaan tersebut menjadi salah satu indikator kualitas akademik yang terus dijaga dan dikembangkan oleh UMPO.

“Apresiasi dan tahniah kami sampaikan kepada kedua beliau. Kepercayaan ini menjadi salah satu indikator penyelenggaraan mutu akademik berkualitas yang selama ini terus dijaga dengan baik oleh Kampus Reog ini,” lanjutnya.

Rido berharap, keterlibatan keduanya dalam ajang inovasi daerah tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengukir prestasi. Ia juga berharap pencapaian itu menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan alumni UMPO lainnya.

“Terus berkarya dan berprestasi terbaik. Kami yakin masih banyak ajang bergengsi yang akan menunggu kehadiran beliau berdua. Semoga capaian ini sekaligus melahirkan teladan bagi keluarga besar UMPO yang lain,” tegasnya.

Sebagai Wakil Rektor I UMPO, Dr. Dian Suluh Kusuma Dewi, M.AP., membawa perspektif akademik, administrasi publik, dan metodologi penelitian dalam proses penjurian. Keahliannya di bidang tata kelola dan riset kebijakan publik menjadi bagian penting dalam menilai kelayakan gagasan, dasar ilmiah, serta potensi penerapan inovasi yang diajukan peserta.

Menurut Dian, inovasi harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

“Di ranah akademik dan riset, inovasi yang baik harus berbasis pada kebutuhan riil di lapangan serta memiliki metodologi dan indikator keberhasilan yang terukur. Kami ingin memastikan gagasan para finalis tak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, W. Arso, S.I.Kom., yang merupakan alumnus UMPO sekaligus Ketua PWI Ponorogo, memberikan perspektif dari dunia komunikasi publik dan jurnalistik. Pengalamannya di bidang pers menjadi bekal untuk melihat aspek keterbukaan informasi, transparansi, serta kemampuan peserta mengomunikasikan manfaat inovasi kepada masyarakat.

“Inovasi yang hebat adalah inovasi yang mampu dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat. Unsur transparansi, dampak kemanfaatan publik, dan keterjangkauan informasi menjadi poin krusial agar karya peserta tidak berhenti di ruang kompetisi,” paparnya.

Keterlibatan Wakil Rektor I dan alumnus UMPO dalam ajang tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi sumber daya manusia Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam mendukung pengembangan inovasi, riset terapan, dan kemajuan daerah.

Selain melibatkan unsur akademisi dan praktisi media, dewan juri Ponorogo Inotek Award 2026 juga berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, serta kalangan akademisi dan pakar manajemen.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita