BANGKALAN,KANALINDONESIA.COM: Ada yang menarik dari informasi Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangkalan – Jatim, Arie Murfianto, beberapa waktu lalu. Disebutkan bahwa untuk tahun 2026 ini, Kabupaten Bangkakan – Jatim tidak mengadakan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru. Atau penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Hal tersebut sangat menggelitik untuk dicermati apabila dikaitkan dengan dugaan bahwa jumlah ASN di Bangkalan. Menurut beberapa sumber yang layak dipercaya menyebutkan bahwa jumlah ASN di Bangkalan sudah overload.
Termasuk masukan dari salah satu pensiunan ASN yang pernah tugas di Pemkab. Bangkalan dan emoh namanya ditulis. Mengatakan untuk sementara sebaiknya Pemkab. Bangkalan tidak perlu mengadakan rekrutmen ASN baru.
Karena hanya akan menambah beban anggaran untuk belanja pegawai. Syukur – syukur mulai tahun depan (2027), gaji 5000 lebih PPPK dan PPPK PW diproyeksikan menjadi tanggung jawab pusat. Otomatis beban Pemkab. Bangkalan menjadi lebih ringan dan berkurang
“Beban Pemkab. Bangkalan setidaknya sedikit lebih ringan dan bisa bernafas lega, ” ujarnya. Sabtu, (7/11/2026).
Disisi lain, lanjutnya, jika jumlah ASN dibandingkan dengan sarpras yang dimiliki juga kelihatan jomplang. Artinya, antara meja kerja dan kursi yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah ASN, PPPK dan PPPK PW. Banyak pegawai yang tidak memiliki meja kerja seperti dizaman saya.
“Sekarang ini banyak pegawai tidak memiliki meja kerja sendiri sehingga mereka terpaksa duduk memanfaatkan kursi tamu. Atau mencari tempat diluar ngobrol ngalor – ngidul dengan sesama teman, ” ucapnya.
Maka, jangan salahkan jika banyak ASN disaat jam – jam kerja berkeliaran di jalan umum maupun cangkruk diwarung kopi. Kalau tidak percaya lihat aja sendiri antara pukul 10.00 pagi keatas.
“Sekedar masukan, sebaiknya ASN maupun PPPK dan PPPK PW yang tidak memiliki meja kerja dikasi SPT ke Bapenda dan tugaskan mereka didesa tempat tinggal masing – masing. Untuk memungut pajak dengan target pemasukan yang telah diatur sehingga PAD bertambah, ” usulnya. (sy)

