Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Disbudparpora Ponorogo, Oki Widyanarko, menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berorientasi pada penampilan fisik. Panitia juga mempertimbangkan kemampuan komunikasi, wawasan, kreativitas, serta pemahaman peserta terhadap potensi pariwisata dan kebudayaan daerah.
“Tujuannya meningkatkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan wawasan finalis dalam menjalankan peran sebagai duta wisata Ponorogo,” ungkap Oki.
Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan personal branding, public speaking, pembuatan konten kreatif, kemampuan bahasa Inggris, serta pengetahuan kepariwisataan dan ke-Ponorogo-an.
Oki menyampaikan, enam pasang terbaik yang terpilih akan menjalankan tugas sebagai Duta Wisata dan Budaya Ponorogo selama dua tahun. Mereka juga dipersiapkan untuk mewakili daerah dalam berbagai agenda kepariwisataan dan kebudayaan strategis di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Enam pasang terbaik yang dinobatkan kelak bertugas sebagai duta wisata dan budaya Ponorogo, sekaligus mewakili daerah dalam berbagai agenda kepariwisataan dan kebudayaan strategis di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Para duta wisata tersebut diharapkan aktif mempromosikan destinasi wisata alam, wisata religi, seni budaya, hingga potensi ekonomi kreatif. Pemanfaatan media digital dan platform media sosial juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan promosi.
Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk Ponorogo 2026 mengusung tema Digdaya Pramanaraga, yang merefleksikan jati diri dan karakter masyarakat Ponorogo. Pramana Raga dimaknai sebagai kekuatan yang tumbuh melalui olah diri, keteguhan batin, dan kemampuan menempatkan diri.
Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap Kakang Senduk terpilih mampu membuktikan bahwa generasi muda bukan hanya pewaris kebudayaan, tetapi juga pelaku yang ikut menjaga dan mengembangkan warisan tersebut.
Dengan demikian, keberadaan mereka diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya sekaligus memperkuat promosi pariwisata Ponorogo hingga tingkat regional dan nasional.

