Sebelum inovasi tersebut diterapkan, proses pelayanan radiologi masih menggunakan dokumen fisik berupa film radiologi. Sistem tersebut membutuhkan tahapan penanganan dan penyimpanan dokumen, sehingga berpotensi memperpanjang proses pelayanan serta menimbulkan ketidakefisienan operasional.
Untuk menjawab persoalan tersebut, RSUD Bantarangin mengembangkan SAKTI sebagai sistem yang memadukan penyederhanaan alur pelayanan, otomatisasi data, dan kemudahan akses bagi pengguna layanan.
“Inovasi yang kami usung bernama SAKTI. Inovasi ini berangkat dari permasalahan utama, yaitu efisiensi anggaran dan penciptaan ekosistem digitalisasi layanan rumah sakit,” terang Nora.
Ia menjelaskan, penerapan SAKTI memberikan sejumlah perubahan dalam proses pelayanan radiologi. Sistem tersebut membantu memangkas waktu pelayanan, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta meningkatkan kemudahan akses informasi bagi pengguna layanan.
“Dampak sejak diterapkannya inovasi ini terbukti memangkas waktu proses layanan, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta meningkatkan indeks kepuasan pasien di RSUD Bantarangin secara signifikan,” paparnya.

