SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergulir, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk memperkuat kohesi sosial.
Organisasi ini berencana menggelar Apel Siaga Akbar bertajuk “Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur” guna merawat kondusivitas daerah dan meredam potensi perpecahan di akar rumput.
Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru MAKI, menegaskan bahwa perbedaan pandangan maupun dukungan politik merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak disalahgunakan untuk melahirkan narasi-narasi provokatif yang dapat merusak persaudaraan antaranak bangsa.
“Hal ini tidak boleh terjadi di Bumi Mojopahit Jawa Timur. Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Ibunda Khofifah Indar Parawansa merupakan lambang dan kehormatan bangsa. Tidak boleh ada satu pun narasi yang berpotensi mengoyak harga diri dan kehormatan yang menempel pada kedua pemimpin bangsa tersebut,” tegas Heru.
Lebih lanjut, Heru menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap berbagai potensi disintegrasi, termasuk upaya politik pecah belah (divide et impera) yang sengaja dihembuskan untuk memperlebar jarak antarkelompok masyarakat.
Pemilihan lokasi aksi dipusatkan di depan Patung Joko Dolog dan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kawasan bersejarah ini dinilai sarat makna dan diproyeksikan sebagai titik simpul pemersatu untuk menyuarakan komitmen kebangsaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tidak hanya dihadiri oleh jajaran internal, acara ini dirancang sebagai panggung kebudayaan dan persatuan lintas elemen.
MAKI mengerahkan sedikitnya 3.000 anggotanya yang akan berkolaborasi dengan:
Tokoh masyarakat dan pemuka agama. Insan pers dan media massa. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Kalangan mahasiswa dan pelajar. Komunitas perempuan dan perwakilan masyarakat dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur
Dengan pelibatan lintas sektor tersebut, panitia optimistis perhelatan akbar ini mampu menarik antusiasme lebih dari 10.000 peserta.
Terkait waktu pasti penyelenggaraan, Heru menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan konsolidasi lintas sektor. Koordinasi intensif terus dibangun bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, H. Sufmi Dasco Ahmad, serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) lainnya.
“Insya Allah kami usahakan dalam bulan November 2026 ini Apel Siaga Akbar akan digelar dan dilaksanakan. Nanti kami informasikan perkembangan lebih lanjut,” pungkas Heru.
Melalui momentum ini, MAKI Jatim berharap Jawa Timur tetap kokoh menjadi barometer persatuan nasional, mengedepankan dialog, serta merawat harmoni di tengah keberagaman. (SNT)

