Korupsi DAK, Kasus Eks Wabup Ida Masih Berlanjut

Eks Wabup Ida usai diperiksa sebagai saksi beberapa waktu yang lalu ( dok kanalindonesia.com)
Eks Wabup Ida usai diperiksa sebagai saksi beberapa waktu yang lalu ( dok kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Satu tersangka kasus korupsi proyek pengadaan alat peraga pendidikan Sekolah Dasar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan( Dindik) dengan nilai proyek sebesar Rp 8,1 miliar, yang tersisa, Yuni Widyaningsih belum kelar proses hukumnya.

Mantan Wakil Bupati Ponorogo, Yuni Widyaningsih yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Desember 2014 hingga kini belum dijatuhi vonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, bahkan berkas yang sudah lengkapun sampai sekarang masih ngendon di penyidik Kejari Ponorogo, belum dilimpahkan ke jaksa penuntut untuk tahap dua.

Kasintel Kejaksaan Negeri Ponorogo Iwan Winarso menyatakan jika kasus korupsi DAK Dindik 2012-2013 ini masih berlanjut.

“Perkara DAK masih terus berlanjut dan memang saat ini belum dilimpahkan ke jaksa, “ucapnya.

Delapan orang terpidana yang menjalani hukuman, sebagian malah sudah bebas dari tahanan, sedangkan tersangka Yuni Widyaningsih hingga kini masih tetap melenggang berkeliaran.

Pihak Kejari sudah pernah melayangkan surat panggilan kepada Yuni Widyaningsih untuk pelimpahan berkas dan tersangka kepada jaksa penuntut, namun yang bersangkutan  mangkir, dan hingga kini belum ada lagi surat panggilan kedua.

Atas belum ditahanya Yuni Widyaningsih ini banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat Ponorogo, bahkan hingga ada yang mengira jika kasus dengan tersangka Yuni Widyaningsih telah di SP3 alias dihentikan.

“Kasus Bu Ida tidak dihentikan, masih berlanjut, saya berani menjamin,”terang Iwan Winarso.

Pengadilan Tipikor Surabaya telah menjatuhkan vonis kepada Supeno, Marjuki dan Son Sudarsono( PNS Dindik), mantan Plt Sekdakab Ponorogo Yusuf Pribadi, Nur Sasongko, Keke Aji Novelin, Anang Prasetya( dari CV global Inc) dan Hartoyo(broker).

Bahkan dari kedelapan orang tersebut telah bebas menghirup udara bebas.

Senada dengan Kasintel Iwan Winarso, Kasi Pidsus Kejari Ponorogo, Hepy Alhabibie menegaskan, kasus DAK dengan tersangka Mbak Ida ini tidak dihentikan.

“Tidak, tidak dihentikan, kan yang bersangkuta juga sudah kita panggil untuk pelimpahan tahap dua, walau dia tidak datang. Selanjutnya kita menunggu arahan pimpinan,”tegas Hepy Al-Habibie.(wad)