Bupati Jombang : Kita Akan Buat SOP Untuk Penggunaan MSD, Agar Kejadian di Kabuh Tidak Terulang

Bupati Jombang Nyono Suherly Wihandoko

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya Mobil Siaga Desa (MSD) Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Jombang di buat mengangkut padi hasil panen di sawah oleh Kepala Desa (Kades) setempat. Mobil yang seharusnya digunakan sebagai mobil ambulance Desa, untuk mengantar orang sakit ke rumah sakit ini malah disalah gunakan, oleh Kades.

Meski perkara ini sudah ditangani oleh Camat setempat, bahkan mobil ambulance Desa juga sudah ditarik untuk sementara, ke kantor Kecamatan, namun untuk pemberian sanksi pada Kades masih belum jelas, karena masih menunggu hasil pemeriksaan camat dan pelaporan camat pada pihak inspektorat.

Sementara itu Nyono Suherly Wihandoko, selaku Bupati Jombang, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, terkait penyalahgunaan mobil MSD oleh Kades Sumbergondang, pihaknya mengatakan bahwa setelah adanya kejadian kemarin tentunya pemda akan segera memperbaiki, terkait segi regulasi atau standart operasional prosedur (SOP) penggunaan MSD bisa jelas, agar Kepala Desa tidak salah lagi dalam pemanfaatan MSD.

Baca:  Pemanfaatan Cukai Rokok Untuk BPJS, GMNI Jombang Anggap Pemerintah Gadaikan Nasib Petani Tembakau

” setelah adanya kejadian kemarin kita akan buat SOP terkait penggunaan MSD, agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.(18/06/2017)

Saat disinggung kenapa permasalahan ini bisa sampai terjadi, dan apakah ini murni kesalahan oknum Kades, Nyono mengatakan,” ya, yang bersangkutan kurang adanya kesadaran, masak mobil ambulans siaga desa dipakai untuk mengangkut padi,” tegasnya.

Masih menurut penjelasan Nyono, terkait dengan gambaran SOP nantinya yang akan dibuat oleh pemda, sesuai dengan leding sektornya yakni, Asisten 1 Bagian Pemerintahan dan Bidang Perlengkapan yang akan membuat surat edaran dimana didalamnya nanti akan diatur terkait penggunaan MSD.” Untuk mengangkut orang sakit, mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian masal, mungkin dipakai kegiatan ziarah bersama warga, atau mungkin bisa dipakai untuk kegiatan pemerintah desa untuk rapat di pemda atau di pendopo,” pungkasnya.(elo)

Baca:  Ketua MPR Adakan Rapat Konsultasi Bersama Kelompok DPD