Jokowi : Rumah Sakit Pemakai Vaksin Palsu Bisa Dicabut Ijinya

kanalindonesia.com
kanalindonesia.com
KANALINDONESIA.COM ; Dengan telah ditetapkanya 20 orang sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Presiden Joko Widodo menyatakan ada kemungkinan perkembangan terbaru pengungkapan kasus peredaran vaksin palsu.

“Sudah ada 20 tersangka tapi mungkin akan bertambah lagi,” ujar Jokowi usai mengisi acara sosialisasi amnesti pajak di Grand City Surabaya, Jumat(15/07/2016) malam.

Enam belas orang tersangka telah dilakukan, sedangkan untuk empat orang hingga kini masih belum dilakukan penahanan.
Keduapuluh orang tersebut memiliki peran yang berbeda-beda diantaranya, 6 orang berperan sebagai produsen, 5 orang sebagai distributor, 3 orang berepran penjual, 2 orang bertugas sebagai pengepul botol vaksin, 1 pencetak label, 1 bidan, dan 2 dokter.

Dikatakan Presiden Jokowi, saat ini pemerintah tengah mendalami sanksi yang akan dijatuhkan kepada rumah sakit maupun para tersangka.
“Bisa saja ada yang dicabut izinnya, bisa hanya dapat teguran dan lain-lain. Semuanya baru dalam proses,” terang Jokowi.
Atas pengungkapan kasus vaksin palsu dan penangkapan para tersangka tersebut, Presiden meghimbau kepada masyarakat agar bersikap tenang.
“Yang penting tenang, karena ini sudah menyangkut tidak satu dua tahun tapi sudah 13 tahun, sehingga ini harus ditangani hati-hati,” ucapnya.(nar)