Pilgub Jatim, Golkar Menunggu Rapimnas dan Survey

Nyono Suharli W, ketua DPD Partai Golkar Jatim ( foto : an-kanalindonesia.com)
Nyono Suharli W, ketua DPD Partai Golkar Jatim ( foto : an-kanalindonesia.com)
KANALINDONESIA.COM ; Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, DPD Partai Golkar (PG) makin intens meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

Untuk itu, DPD Partai Golkar Jawa Timur secara maraton melakukan beberapa kunjungan ke daerah untuk melihat survey kandidat yang akan diusung dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Ketua DPD Jatim, Nyono Suharli mengatakan terkait Pilgub Jatim masih menunggu Rapimnas (rapat pimpinan nasional) Partai Golkar yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Nanti dalam Rapimnas tersebut membahas program – program nasional, Pilpres 2019 dan juga terkait Pilkada serentak juga pemilihan gubernur.

Ia menambahkan hasil Rapimnas Partai Golkar yang berlangsung tanggal 26 sampai tanggal 28 membahas soal itu yang nantinya menghasilkan keputusan – keputusan termasuk pemilihan gubernur di Jatim. Sementara ini, kami masih melihat dulu survey yang sudah berjalan yakni survey popularitas dan elektabilitas beberapa calon yang sudah muncul belakangan ini.

“Siapapun yang dikehendaki oleh rakyat Jawa Timur akan didukung oleh Partai Golkar. Karena Partai Golkar sangat terbuka dengan siapa saja kandidat calon dalam Pilgub Jatim. Beberapa calon kandidat diluar Partai Golkar saat ini seperti Syaifulloh Yusuf, Khofifah Indar Parawansah, dan Halim Iskandar,” Beber Nyono Suharli, kepada kanalindonesia.com.

Untuk calon dari Partai Golkar, masih menunggu hasil survey internal yang dilakukan diantaranya terkait popularitas, elektabilitas dan lain -lain.

“Komunikasi juga dilakukan oleh Partai Golkar dengan kandidat -kandidat yang lain, karena semuanya teman,” Tandas, Nyono Suharli usai menghadiri Musda ke IX DPD Golkar Lamongan.

Sementara itu, Nyono Suharli Wihandoko juga mengharapkan mesin partai bisa berjalan sangat baik. Untuk memajukan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar semua kader di Jawa Timur harus berperan aktif.

Rekonsiliasi bukan hanya di pusat tapi juga di daerah, khususnya daerah kabupaten, kecamatan, hingga ke desa-desa.

“Golkar harus bangkit. Suara rakyat harus didengar dan diperjuangkan. Sehingga Golkar menjadi besar dan kuat. Seluruh kader partai harus bekerja keras demi kebesaran dan kejayaan partai. Mari kita bangkitkan kembali kejayaan dan kebesaran partai agar Gokar kedepan semakin rindang,” Pungkasnya.

(an)