Polisi Tangkap Bandar Pengelola Ikan Asin Berformalin

KANALINDONESIA.COM,LAMONGAN: Berdasarkan informasi serta laporan dari masyarakat terkait adanya pengolahan ikan asin menggunakan formalin (bahan pengawet), petugas kepolisian Polres Lamongan, Jawa Timur, melakukan penangkapan terhadap pelaku Achmad Sholeh Alias Sukarto.

Pelaku ditangkap di gudang pengolahan ikan asin miliknya dijalan raya Jompong Desa Brondong RT06/RW06, Kecamatan Brondong. Dalam penangkapan, petugas menyita 1 ton ikan asin berformalin, setengah derigen bahan formalin, dan 1 karung formalin serbuk ukuran 25 Kg merwk “ERCROS”.

“Dari tangan pelaku polisi menyita 1 ton ikan, 1/2 derigen formalin cair, 1 karung formalin serbuk, panci, gayung dan barang barang lainnya untuk mengolah ikan tersebut”, Pangkas Wakapolres Kompol Arief Mukti S.A.S S.I.K saat rilis di Makopolres Lamongan, Rabu (21/06/2017).

Baca:  Tim Cobra Polres Lumajang, Hadiahi Timah Panas Pelaku Curanmor di 14 TKP

Dalam aksinya, kata Mukti, pelaku melakukan perendaman ikan layang basah dengan memakai formalin selama 24 jam, kemudian dimasukan ke bak penampungan lalu ikan tersebut dijemur untuk dikeringkan. “Jadi pelaku mengolah mulai dari ikan basah yang direndam formalin selama 24 jam, kemudian memasukan ke bak penampungan kedua, proses ketiga lalu  penjemuran”.

Mukti menambahkan, pelaku sudah menjalankan aksinya itu selama 4 tahun terakhir dan dipasarkan diwilayah lamongan dan babat. Dalam 1 hari pelaku mampu memproduksi ikan asin berfomalin sebanyak 1 ton. “Pelaku termasuk bandar sekaligus pengelola besar”, katanya.

Selain itu, Mukti mengatakan pihaknya akan berkoordinasi bersama dinas terkait untuk melakukan penyitaan terhadap Ikan asin berformalin yang sudah tersebar di pasar pasar sekitar lamongan.

Baca:  Siswa dan Wali Murid SMK NU Darul Hikam Tracal Jelang UNBK Adakan Do'a Bersama

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyitaan ikan asin berformalin tersebut dari tangan pedagang yang mengambil dari pelaku”, tandasnya.

Pelaku kini dijerat pasal 136 huruf b UU RI No.18 tahun 2012 tentang pangan, dengan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda paling banyak 1 milyar rupiah.(fer)