Kades Nglebak : Pembangunan Kantor Aula Desa Nglebak, Sudah Sesuai Regulasi

LPJ penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD), dan Pajak Daerah dan Retribusi daerah (PDRD)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya diduga kantor aula Desa Nglebak, Kecamatan bareng, Jombang, dibangun dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD). hal ini diuangkapkan salah satu staf Desa saat ditemui kanalindonesia.com dilapangan. “pembangunan aula kantor desa itu, dibangun pada tahun 2016 kemarin dengan uang dari Dana Desa (DD) sebesar 100 juta, dan dana bagi hasil pajak sebesar 50 juta, “ ujarnya(29/05).

Saat itu, Abu Asim selaku kepala Desa (Kades) Ngeblak saat ditemui dikantornya, sedang tidak ada di tempat, dan menurut salah satu staf Desa, sejak tadi pagi Kades memang tidak ngantor, masih ada urusan di luar.

Baca:  Disdukpil Pamekasan Lakukan Permen e-KTP Langsung Jadi Drumah Warga Lansia & ODGJ

Setelah polemik ini menjadi topic dan pembahasan bagi sejumlah kalangan masyarakat, bahkan mendapatkan sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), namun belum ada kejelasan dan klarifikasi dari Kades setempat.

Setelah permasalahan ini sampai ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), akhirnya Darmaji selaku kepala Dinas DPMD, memanggil Kades Nglebak untuk dilakukan klarifikasi terkait penggunaan dana untuk pembangunan kantor aula Desa itu.” Besok kita akan panggil Kadesnya mas, untuk mengetahui apa ada regulasi yang di langgar terkait penggunaan DD untuk pembangunan kantor aula Desa,”ungkap Darmaji saat ditemui dikantornya(21/06).

Abu Asim selaku Kades Nglebak, saat ditemui kanalindonesia.com, di kantor DPMD pada hari Kamis pagi (22/06), Abu Asim mengatakan, bahwa saat itu pihaknya sedang mengantarkan warganya yang sakit ke Kediri, dan soal pengakuan staf Desa, pihaknya mengaku bahwa staf Desa itu masih baru dan tidak tahu soal pembangunan kantor aula Desa karena waktu pembangunan staf Desa tersebut belum menjadi perangkat.” Sebelumnya mohon maaf karena waktu itu saya sedang mengantarkan warga saya yang sakit ke Kediri,” katanya.

Baca:  Tidak Tepat Sasaran, Rombong Pecel Bantuan Pemkab Jombang Mangkrak

Masih menurut penjelasan Abu,” dan untuk informasi dari salah satu perangkat (red: Kasun) Desa Nglebak, itu tidak benar terkait sumber anggaran dana untuk pembangunan aula kantor Desa. Karena waktu itu kasun saya masih belum jadi perangkat jadi tidak tahu soal anggaran dana pembangunan gedung aula,” tegasnya.

Lanjut Abu,” pak Kasun itu masih baru, dan masih 3 hari masuk kerja sebagai kasun, sedangkan pembangunan aula itu pada tahun 2016 lalu,” beber Abu.

Saat disinggung dari manakah sebenarnya anggaran dana itu diambil untuk pembangunan gedung aula kantor Desa tersebut, Abu Asim mengatakan,” anggaran pembanguna aula itud diambilkan dari ADD dan PDRD. Untuk kesemuanya itu sudah ada LPJ nya mas, dan sudah diperiksa oleh inspektorat, tidak ada permasalahan,” paparnya.(22/06/2017)

Baca:  Kabupaten Pacitan, Raih Lencana Manggala Karya Utama dan Pakarti Utama 1

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com,  Pajak Daerah dan Retribusi daerah (PDRD), berdasarkan Keputusan Bupati nomor 27 tahun 2016 tentang penerimaan dan besaran bantuan keuangan program percepatan pembangunan infrastruktur Desa dan Peningkatan kualitas RT. RW. Di Kabupaten Jombang tahun anggaran 2016, seluruh Desa di Jombang mendapatkan uang sebesar 59,3 juta.(elo)