Pengerjaan Proyek Plengsengan Dinas PUPR Jombang, Asal-asalan

Proyek plengsengan pemeliharaan berkala saluran sekunder di Desa Sukorejo Kec Perak Kab Jombang yang diduga menyalahi spektek (spesifikasi tehnik)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Proyek pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Jombang sangat mengecewakan, pasalnya proyek yeng menelan anggaran sebesar Rp 179.665.000,- tersebut dalam pengerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi teknik (Spektek). Proyek pemeliharaan berkala saluran sekunder yang ada di Desa Sukorejo, Kecamatan Perak Jombang itu dibangun dengan anggaran APBD tahun 2017.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, progres pekerjaan saat ini secara fisik sudah selesai hampir seratus persen akan tetapi hasilnya mengecewakan, karena seharusnya pada sisi permukaan plengsengan tersebut dipasang batu muka (red : watu rain), dengan segi yang sama, dan ukuran hampir sama, namun dalam pekerjaan plengsengan tersebut hanya dipasang batu gebal (red : batu potong biasa), sehingga pekerjaan ini diduga salahi spektek.

Baca:  EMP Serahkan 130 Unit Huntara di Boyotan Proyek

Sementara itu menurut salah satu nara sumber yang namanya enggan dipublikasikan, pada kanalindonesia.com pihaknya mengatakan,”waktu mengerjakan plengsengan ini, pondasinya kurang dalam dan permukaan plengsengannya  kasar, tidak rapi, tidak seperti plengsengan-plengsengan yang seperti biasanya karena ada batu raen yang diganti dengan batu gebal biasa,” ujar narasumber yang juga bekerja pada pengerjaan proyek tersebut.(23/06/2017)

Dari pantauan kanalindonesia.com di lapangan, memang permukaan plengsengan tidak bisa rapi karena permukaan plengsengan  dibangun menggunakan batu Gebal. Padahal biasanya, permukaan plengsengen dibangun memakai batu Rain agar bisa rapi, tidak seperti yang ada bangunan di plengsengan di Desa Sukorejo ini.

Arip (35) yang merupakan warga setempat, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, pihaknya mengaku bahwa memang sedari awal pekerjaan tersebut, sudah ada yang tidak beres.” dari awal pekerjaan ini dibangun, nampak sekali asal-asalan, karena pengwasnya saja jarang datang, dan pekerjanya seperti terburu-buru saat membangun proyek ini, ya seperti kucing-kucingan mas antara pekerja dan pengawasnya,” pungkasnya.(23/06/2017)

Baca:  Tangkap Tawaran Malaysia, Bupati Tawarkan Potensi Alam KLU

Dari data yabg dihimpun kanalindonesia.com, paket pekerjaan ini dikerjakan oleh CV. Marguluyu, dan dengan Konsultan CV. Masa Konsultan. Pekerjaan ini mempunyai masa pelaksanaan 60 hari, sejak 19 Mei sampai dengan 17 Juli 2017.Karena sudah memasuki musim cuti bersama jelang lebaran, Hari Utomo selaku kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, belum bisa dikonfirmasi. Dan ketika dikonfirmasi via seluler yang terdengar hanya nada sambungnya namun tidak juga diangkat.(elo)