Hari Pertama Masuk, Bupati Jombang Sidak Sekolah

Bupati Nyono Suharli saat sidak di salah satu sekolahan ( foto : an_kanalindonesia.com)
Bupati Nyono Suharli saat sidak di salah satu sekolahan ( foto : an_kanalindonesia.com)
KANALINDONESIA.COM ; Hari pertama masuk sekolah, pasca libur lebaran hari Raya Idul Fitri 1437 H dan liburan sekolah selama beberapa hari, Bupati Jombang Nyono Suharli, Wakil Bupati Munjidah Wahab, dan Sekda Ita Triwibawati, juga Kepala Dinas Pendidikan Munthlip langsung melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah sekolah, Senin (18/07/2016).

Dikatakan Nyono Suharli, Sidak yang dilaksanakan pasca libur kenaikan kelas dan juga libur lebaran adalah untuk memastikan dan melihat langsung peserta didik masuk sekolah dan bisa sekolah, gunanya agar di Jombang tidak ada lagi anak – anak yang tak bisa sekolah.

“Nantinya, sidak ini melihat data – data yang ada di tiap sekolah dan menyamakan dengan data yang ada di Dinas Pendidikan dengan data yang ada di desa. Apakah ada anak – anak yang belum bersekolah dan juga putus sekokah. Insya Alloh di Jombang, sudah tidak ada lagi anak – anak yang putus sekolah,” Jelasnya, kepada kanalindonesia.com.

Ditambahkanya, dalam sidak juga dilakukan pemberian semangat kepada anak – anak (peserta didik) yang baru masuk sekolah). Dengan memberikan semangat belajar dan semangat dalam beribadah, agar anak – anak lebih mengutamakan belajar daripada mementingkan bermain.

Sedangkan masa orientasi sekolah(MOS) di Jombang, sampai dengan hari ini tidak ada tradisi perpeloncoan. Di jombang MOS dilakukan oleh tiap – tiap sekolah dengan memberikan pembekalan terkait pendidikan sekolah, pengenalan, dan juga diberikan materi agama.
” Tidak ada perpeloncoan di Jombang, keinginan pemerintah Jombang, malah nanti MOS juga diberi tentang pengenalan kedaerahan tentang Jombang,” tuturnya.

Terkait dengan hari pertama masuk sekolah dengan diantar orang tua. Menurut Nyono, memang ada SE dari Menteri Pendidikan dan MenPAN untuk memberikan kesempatan dan mendampingi putra – putrinya hari masuk pertama sekolah. Namun, jika PNS di Jombang mengantarkan anak – anaknya sekolah, ya secara otomatis pelayanan akan terganggu.

“Sehingga, seyogyanya mengantarkan anak – anak biar diantarkan orang yang dipercaya saja. Untuk sanksi PNS yang terlambat kerja untuk mengantarkan anaknya sekolah, akan diberikan teguran. Ini semua demi kedisiplinan para pegawai, khususnya bagi PNS,” pungkasnya.

(an)