Dana BOP Molor Pencairanannya, Diduga Adanya Praktek Kongkalikong

istimewa
istimewa

KANALINDONESIA.COM : Memasuki tahun ajaran baru di Jombang, nampaknya ada sejumlah masalah yang ada di dunia pendidikan kab. Jombang, pasalnya jadwal turunnya Bantuan Operasional Paud (BOP) akan molor pencairannya. Hal ini dikarenakan adanya aturan baru yang mengharuskan perubahan mekanisme penyalurannya. Namun hal ini disinyalir adanya dugaan praktek pengondisian pengadaan yang sedang terancam.

Salah satu narasumber yang tak mau namanya dikorankan, mengatakan,” beberapa petinggi dari lembaga penegak hukum sudah menemui saya, bahkan ada yang mengaku katanya di suruh oleh penguasa daerah, untuk menitipkan proposal penawaran pengadaan buku yang menggunakan alokasi dana BOP,” katanya.(17/07/2016)

Lanjutnya,” dengan sangat berhati-hati saya mengarahkan mereka ke pejabat yang mempunyai kewenangan, secara langsung untuk mekanisme pengadaan tersebut. Dan saya juga mengusulkan adanya langkah-langkah yang lebih bebas dan menghindari pengondisian, karena hal itu dilarang dalam aturan juknis yang diterbitkan oleh kementrian pendidikan terkait penyaluran dan penggunaan dana BOP dari pusat,” paparnya.

Ketika disinggung apa langkah tersbut, dan apa harapannya, pihaknya mengatakan,”harapan saya ada gelar produk buku untuk menghindari pengondisian buku, dan dilakukan oleh diknas, serta lembaga terkait,” tegasnya.

Sedangkan sejumlah Guru dan pengurus PAUD resah dikarenakan secara aturan harus segera mendistribusikan buku untuk peserta didik dengan alokasi dana BOP, sedangkan belum cair dana BOP nya karena faktor tertentu.

Fatkhur selaku manger BOS dinas pendidikan Jombang mengatakan,”BL belanja langsung untuk yang negeri, dan untuk swasta dihibahkan hal ini bertujuan menghindari jika nantinya dikemudian hari muncul maslah,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi Pak Joko kabid PNFI Jombang, terkait BOP TK/PAUD pihaknya mengatakan,” Terkait wajib beli buku pd penerbit yang ditunjuk itu HOAX, disdik belum pernah merekomendasi penerbit tertentu. Dan unt meredam info2 liar terkait hal tsb, ada renca diadakan gelar product bln agustus/sept,” terangnya.

Menurut M. SUNANDAR S.Ag. M.Pd.I, anggota Dewan Pendidikan Jombang,”Jadwal gelar produk itu tgl 14 juli tapi hingga hari ini belum dilaksanakan oleh kabid PNFI beserta jajaran kepala Diknas,” tegasnya.

Lanjutnya,”Hal ini berkaitan dengan kuat dugaan adanya pengondisian oleh diknas dalam pendistribusian pengadaan buku yg menggunakan dana BOP. Karena kalau diadakan gelar produk maka tidak akan ada pengondisian. Dan pengondisian yg sudah berlangsung tidak akan terancam,” paparnya.(18/07/2016)

Lantas langkah apa yang akan dilakukan oleh pihaknya selaku dewan pendidikan, dan muara dari polemik ini seperti apa?, pihaknya mengatakan,” kami akan segera melakukan kajian beserta komisi D dan jajaran lembaga terkait, untuk menelusuri dugaan tersebut, jika memang ada suatu pelanggaran dan itu berpotensi pidana, maka kami akan melanjutkan temuan tersebut ke pihak yang berwajib” pungkasnya.
(an)