Jelang Perayaan Hari Raya Ketupat di Desa Keras, Polisi Amankan Ribuan Petasan dan 13 Kg Bahan Peledak

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto saat lakukan pengecekan barang bukti petasan dan bahan peledak yang berhasil diamankan petugas

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dalam rangka untuk memberikan rasa aman pada masyarakat Jombang, khususnya masyarakat yang ada di Desa Keras, Kecamatan Diwek Jombang, Polres Jombang menggelar operasi yustisi, di Desa Keras sebelum diadakan perayaan hari raya ketupat, dan alhasil aparat kepolisian berhasil mengamankan ribuan petasan dan 13 Kg obat petasan (red: misiu), yang akan digunakan sebagai tradisi warga untuk peringati perayaan hari raya ketupat nanti.

“ euforia yang dilaksanakan masyarakat tidak hanya memperingati perayaan lebaran ketupat, dengan bersilaturahmi, namun juga membakar petasan. Jenis petasan yang digunakan seperti petasan renteng, yang bisa meledak secara berturut-turut,” ujar Agung.(01/07/2017)

Masih menurut penjelasan Agung, bahkan sebelumnya di Dusun Keras, Desa Keras telah terjadi insiden, yakni rumah warga meledak akibat dari adanya kegiatan pembuatan petasan, namun beruntung dari kejadian tersebut tidak korban.” 2 minggu yang lalu telah terjadi insiden di Desa Keras, yakni salah satu rumah milik JS meledak karena ada kegiatan serupa, dan beruntung tidak ada korban,” tegasnya.

Sementara itu dari hasil operasi yustisi di Desa Keras, Polisi berhasil mengamankan salah satu tersangka pembuat petasan dan peracik obat petasan atau misiu yang sengaja membuat petasan dan obat petasan, untuk peringatan hari raya ketupat. Dan nama tersangka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

” Kita berhasil mengamankan satu tersangka yakni AA yang merupakan pelaku pembuat obat petasan atau misiu dan sejumlah petasan, untuk perayaan lebaran ketupat. Kita juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni, 13 Kg obat petasan atau misiu, 6 kg potassium, 1,5 kg belerang, 2000 selongsong kertas petasan yang sudah siap untuk diisi, 1 buah timbangan takaran, 1 petasan renteng dan peralatan-peralatan untuk membuat petasan,” katanya.

Imbuh Agung, tersangka kita jerat dengan Undang-undang darurat dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun atau seumur hidup, dan apabila mengakibatkan orang lain yang terluka atau meninggal dunia, bisa dipidana hukuman mati. Dan kami berpesan pada masyarakat yang ada di Desa Keras, untuk tidak melanjutkan kegiatan yang serupa, karena apapun alasannya dalam rangka memperingati hari raya atau hari keagamaan tidak diperkenankan melakukan pelanggaran hukum, dan membakar petasan adalah bentuk pelanggaran hukum.(elo)