Proses Evakuasi Pelaku Spesialis Pencurian Ricuh, Polisi dan Warga Adu Jotos

petugas kepolisian dari Polres Jombang, saat berusaha melakukan evakuasi maling dari kepungan warga

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Evakuasi yang dilakukan oleh petugas Polres Jombang, Jawa Timur, terhadap 2 pelaku spesialis pencurian rumah kosong, di Dusun Senden, Desa Senden, Kecamatan Peterongan, Jombang Jawa Timur, sempat diwarnai kericuhan antara polisi dan warga setempat. Hal ini dikarenakan warga yang geram terhadap ulah para pelaku, hendak membakar pelaku, bahkan sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh kedua pelaku habis dibakar masa hingga rangka kendaraan yang tersisa.

Kedua pelaku yang diamankan oleh perangkat desa dan anggota Polsek Peterongan di Balai desa setempat setelah sebelumnya menjadi bulan-bulanan warga, harus menunggu selama 45 menit sebelum bantuan personil dari Polres Jombang datang ke Kantor aula Balai Desa Ngrandu Lor, Peterongan, Jombang.

Puluhan anggota Sabhara Polres Jombang yang datang kelokasi kejadian segera mengevakuasi para pelaku kedalam mobil truk polisi yang sebelumnya sudah disediakan. Kericuhan sempat terjadi saat para petugas melakukan evakuasi, warga yang ingin menghakimi para pelaku terus melakukan pemukulan, bahkan tak jarang petugas yang melakukan evakuasi juga terkena lemparan batu dari warga. Dan polisi pun membalas dengan pukulan rotan ke kerumunan warga, sehingga adu jotos antara warga dan petugas kepolisian dilapangan tak terhindarkan.

Melihat warga yang semakin brutal, petugas segera melakukan evakuasi pelaku dengan membawa truk Dalmas untuk kemudian dilarikan ke Polres Jombang untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolsek Peterongan AKP Mintarto saat ditemui kanalindonesia.com menuturkan, Dua pelaku yang diamankan setelah ketahuan melakukan pencurian di salah satu rumah warga. Kita evakuasi ke Polres untuk menghindari amuk masa.”Para pelaku kepergok mencuri Sebuah televisi dan uang tunai, selanjutnya kita amankan ke Polres untuk menghindari aksi main hakim sendiri,” ujarnya.

Kapolsek Juga menyayangkan aksi main hakim sendiri warga yang ingin menghakimi para pelaku saat akan dibawa petugas kedalam mobil polisi.”warga yang sudah tidak sabar ingin main hakim sendiri, sedangkan dinegara ini adalah negara hukum biarlah mereka diadili lewat proses hukum,” pungkasnya.(elo)