Mayat Pelajar Kertosono Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Megaluh

mayat pelajar yang berhasil dievakuasi oleh Tim SAR.(ag)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Warga Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur, yang tinggal di sekitar aliran Sungai Brantas, digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki, Selasa 4 Juli 2017 sekitar pukul 11.30 WIB. Mayat tersebut, ternyata beridentitas Achmad Salim Fauzi (16), seorang pelajar asal, Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, yang memang dilaporkan tenggelam di Sungai Brantas Kertosono sejak Minggu 2 Juli 2017 kemarin.

Kapolsek Megaluh AKP Sutikno menjelaskan bahwa pihaknya mendapat informasi dari Polsek Kertosono Polres Nganjuk dan tim search and rescue (SAR) yang mengabarkan ada anak sedang mancing dan akhirnya tenggelam di aliran Sungai Brantas di daerah setempat.

“Informasi yang kami terima, anak yang hilang sedang mancing bersama dengan enam temannya di Sungai Brantas Kertosono. Karena tidak mahir berenang, si -anak langsung tenggelam dan terbawa arus sungai,” ungkap Sutikno.(04/07/2017)

Masih menurut Sutikno, karena aliran sungai menuju Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, maka Polsek Megaluh diminta, jika sewaktu-waktu ada penemuan mayat untuk melakukan komunikasi dengan Polsek Kertosono.

“Nah, pada pukul 11.30 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Turipinggir menginformasikan adanya temu mayat oleh salah satu warga yang ciri-cirinya seperti yang disampaikan pihak Polsek Kertosono. Kita langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikannya,” ujarnya.

Setelah dipastikan ciri-cirinya, ternyata memang benar mayat yang ditemukan adalah Achmad Salim Fauzi (16), yang menghilang sejak Minggu 2 Juli 2017 lalu. “Setelah ciri-cirinya klop, termasuk dipastikan oleh teman-teman SAR, kita langsung menyerahkan jasad ke Polsek Kertosono untuk proses selanjutnya,” pungkasnya.(elo)