Komisi B DPRD Jombang, Panggil Kadis Disperta Untuk Tangani Wereng

tanaman padi yang terserang WBC

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ratusan hektare (ha) tanaman padi di wilayah Kabupaten Jombang, hampir seluruh kecamatan terancam gagal panen. Sebab, tanaman padi tersebut diserang hawa wereng. Dikhawatirkan, hama itu meluas ke tanaman lain di wilayah kota santri. Dengan adanya kejadian tersebut Komisi B memanggil Dinas Pertanian (Disperta) untuk dilakukan dengar pendapat (hearing), pada Selasa 4 Juli 2017.

Ketua Komisi B, Rahmat Abidin mengatakan, berdasarkan laporan dari dinas Pertanian, Total jumlah lahan pertanian yang ada di Kab Jombang 30.559 hektar, sedangkan lahan yang sudah terserang hama wereng batang coklat (WBC) populasinya seluas 1190 ha sedangkan yang paling parah sekitar 3,25 hektar, kondisi ini sudah sangat parah. Mestinya, tanaman itu sudah berbuah padi, namun akibat serangan hama WBC membuat tanaman tidak berbuah, dan petani terancam gagal panen. “Seharusnya petani tinggal menunggu hasilnya, karena proses “pembiayaan sudah selesai dari mulai pemupukan hingga pemeliharaan,” ujar wakil ketua Komisi B dari Fraksi PKS ini.

Masih menurut Rahmat, anggota dewan khawatir jika serangan hama tersebut kian meluas dan tidak segera ditanggulangi. Menurutnya, petani sudah kehabisan akal untuk membasmi hama yang membuat tanaman padi terancam puso. Diharapkan, Disperta segera membantu petani dalam menangani hama WBC tersebut.

Sementara itu Kepala dinas Pertanian Hadi Purwantoro mengatakan, dengan adanya serangan hama WBC, tersebut pihaknya merasa kecolongan akibat libur pada hari raya. Namun demikian meski libur petugas penyuluh lapangan (PPL) sudah melakukan pemantau le lapangan, sehingga serangan hama WBC tersebut bisa diminimalisir.”Bantuan sudah kami serahkan kepada petani sebanyak 1 ton pestisida dalam dua minggu terakhir ini”, kata Hadi.(04/07/2017)

Hadi menambahkan, total jumlah lahan pertanian yang terserang hama WBC yang ada di Kabupaten Jombang ada 15 kecamatan, hanya saja yang paling parah ada di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Megaluh dan Kecamatan Tembelang.

Selain itu kata Hadi, para petani harus bisa mengamati kondisi tanaman padi, jika hal itu dilakukan, kondisi tanaman tidak semakin parah. “keteledoran terjadi karena puasa dan hari raya sehingga petani lengah untuk mengantisipasi tanamannya,” pungkasnya.

Meski serangan hama WBC ini melanda tanaman sentra padi yang hampir di 15 Kecamatan di Jombang, namun pihak Disperta dan DPRD Jombang, belum menetapkan peristiwa serangan hama WBC, ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), dan beranggapan bahwa fenomena ini hanya keteledoran petani dan dinas akibat hari raya.(elo)