Tangani Wereng, Disperta Sampai Gunakan Tabloid

tabloid milik Disperta Kabupaten Jombang untuk alat penyuluhan pada Poktan

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Selain melakukan penanganan di lapangan berupa penyemprotan secara serentak, untuk mengatasi oarganisme pengganggu tanaman (OPT) jenis wereng batang coklat (WBC), yang menyerang sejumlah sentra tanaman padi di Kabupaten Jombang, Dinas Pertanian (Disperta) juga menggunakan tabloid untuk digunakan sebagai alat penyuluhan bagiKelompok Tani (Poktan).

“kita berikan secara gratis pada petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL), sebagian poktan dan petani, namun tidak menyeluruh. Tabloid ini termasuk alat penyuluhan kepada petani mas,” ungkap Hadi Purwanto selaku Kepala Dinas Pertanian Jombang pada kanalindonesia.com, melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Saat disinggung apakah langkah ini efektif untuk digunakan sebagai, penanganan hama WBC di Jombang, mengingat kecendrenguan minat membaca petani, belumlah diketahui indikatornya, pihaknya belum bisa menjawab, dan memilih untuk mengalihkan pembahasan.

Namun ketika ditanya adakah pengaruhnya serangan hama WBC, dengan target kedaulatan pangan dari pusat, pihaknya menuturkan bahwa kita belum bisa menjawab secara pasti karena saat ini kita masih memasuki musim tanam.“kita belum bisa menjawab, karena semua masih musim pertanaman, khususnya Jombang juga nunggu sampai panen. Dan kita masih punya 1 musim tanam lagi,” katanya.(05/07/2017)

Hadi mengaku bahwa untuk Kabupaten Jombang stok beras masih aman, untuk satu tahun kedepan.”selama satu tahun kita dari panen musim penghujan kemarin kita sudah surplus beras 120 ribu Ton. Dan ditambah lagi hasil panen mk 1 dan mk 2, kelebihan beras kita masih cukup tinggi,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya ratusan hektare (ha) tanaman padi di wilayah Kabupaten Jombang, hampir seluruh kecamatan terancam gagal panen. Sebab, tanaman padi tersebut diserang hawa wereng. Dikhawatirkan, hama itu meluas ke tanaman lain di wilayah kota santri. Dengan adanya kejadian tersebut Komisi B memanggil Dinas Pertanian (Disperta) untuk dilakukan dengar pendapat (hearing), pada Selasa 4 Juli 2017.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, total jumlah lahan pertanian yang terserang hama WBC yang ada di Kabupaten Jombang ada 15 kecamatan, hanya saja yang paling parah ada di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Megaluh dan Kecamatan Tembelang, meski demikian pihak Disperta dan DPRD Jombang, belum menetapkan peristiwa serangan hama WBC, ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), dan beranggapan bahwa fenomena ini hanya keteledoran petani dan dinas akibat libur cuti hari raya.(elo)