Seorang Pelajar Terbaring Koma di Rumah Sakit , Setelah Jadi Korban Pengroyokan

Rahmat Kristianandar yang sedang terbaring koma di RSUD Jombang.(nag)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Rahmat Kristianandar (16), seorang pelajar asal Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terbujur koma tak sadarkan diri di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Jombang. Diduga Rahmat menjadi korban pengeroyokan orang tidak dikenal pada hari Jumat (23/6) kemarin.

Kini Rahmat mendapatkan perwatan intensif di ruang pavilium Asoka RSUD Jombang. Dan sudah hampir dua minggu korban, tidak sadarkan diri. Hal ini diungkapkan oleh Kastinah (58) yang merupakan ibu korban saat ditemui kanalindonesia.com, di RSUD.”Sudah 12 hari disini. Ya, sampai sekarang masih belum sadar. Kami belum bisa komunikasi sama Mamad,” katanya.(05/07/2017)

Kastinah menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, korban berangkat pergi memancing, bersama tiga orang temannya. Yang rencananya ikan itu untuk perayaan ultah korban.“ sudah dua hari berturut-turut dia mancing. Kalau ditanya, dia menjawab ikannya untuk perayaan ulang tahunnya tanggal 25 Juni,” terangnya.

Setelah mendapat kabar bahwa anak menjadi korban pengroyokandan dilarikan RSUD, pihaknya merasa kaget. Kini pihaknya berharap agar anaknya segera sembuh, dan para pelaku bisa segera tertangkap.  “Mamad dikeroyok orang di jalan raya Desa Grogol, dan dibawa ke rumah sakit. Iya, harapannya Mamad segera sembuh dan semua pelakunya ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat, ketika dikonfirmasi via sambungan telephone seluler, pihaknya membenarkan tentang adanya pengroyokan yang terjadi dengan tempat kejadian perkara (TKP) jalan Desa Grogol. ” memang ada kejadian dengan TKP di jalan Desa Grogol. Tim dari unit Reskrim Polsek Diwek dan Satreskrim Polres Jombang sudah kita turunkan untuk melakukan pendalaman atas kasus ini. Termasuk memeriksa sejumlah saksi ,” ujar Norman.(05/07/2017)

Imbuh Norman, sejumlah barang bukti sudah kita amankan. Proses penyelidikan masih berjalan, sambil menunggu korban siuman untuk dimintai keterangan. Dan pada para pelaku sebaiknya segera menyerahkan diri pada pihak yang berwajib. Cepat atau lambat pelaku pasti kita tangkap.(elo)