La Nyalla Mattalliti Butuh Figur Tokoh Muda Sebagai Wagub di Pilgub Jawa Timur

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN: Kota Lamongan Rabu (05/07/2017), disambangi oleh La Nyalla Mattalliti mantan Ketua PSSI-KPSI periode 2012 hingga 2016 setelah kepemimpinan Djohar Arifin Husin.

Kedatangannya selain memohon doa restu ke warga, dia yang didampingi Andrianto Wicaksono Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan juga dengan harapan, bisa maju dalam pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Timur pada 2018 mendatang.

“Saya ingin sekali menyapa dan mohon restu serta dekat dengan warga lamongan, maka dari itu saya datang ke sini berkenalan dengan pedagang dan warga di alun alun Lamongan,” ungkapnya.

Semenjak pengikrarannya sebagai Calon Gubernur dari Partai Gerindra itu, Mattalitti menginginkan bisa bersanding dengan figur tokoh muda untuk mendampinginya di Pilgub Jawa Timur.

“Dengan harapan saya bisa mencari wagub dari kalangan anak muda yang mampu sejalan dengan kinerja kita,” tegas Mattalliti seusai menyapa warga Lamongan di Alun-alun.

Selain itu, dia berharap bisa memiliki beberapa kriteria tokoh muda yang akan menjadi pendampingnya sebagai calon wakil gubernur nantinya. “Anak muda yang pintar, juga berpengalamaan di birokrasi, dan bisa bekerja keras membangun Jawa timur yang lebih baik lagi. ujarnya.

Setelah disinggung siapa nama tokoh muda yang diinginkan, Mattalliti memilih menyerahkan mekanisme pemilihan tersebut ke partai yang akan mengusungnya dalam Pilkada serentak 2018 nanti.

“Kalau masalah wakil itu terserah partai saja,” ucapnya.

Lebih lanjut La Nyalla mengungkapkan, keinginannya untuk ‘menggandeng’  tokoh muda, mendapat penolakan Soekarwo Gubernur Jawa timur saat ini, setelah tawarannya mengajak Soekarwo sebagai Wakil Gubernur.

“Pakde Karwo gak mau, saya sudah menawari, Jawa Timur itu masih butuh figur beliau, karena beliau kita anggap bisa meningkatkan ekonomi, sebagai seorang teknokrat, kalau beliau tidak mau ya gak apa-apa,” tuturnya.

Sementara saat disinggung mengenai partai pengusungnya di Pilgub Jawa Timur, dia berharap ada partai pengusung lainnya.

“Saya harapkan PKS, PAN, Gerindra itu terus jadi satu, mudah-mudahan Demokrat mau,” ujarnya. (fer)