13 Hari Koma, Pelajar Korban Pengroyokan Akhirnya Meninggal Dunia

jenazah Rahmat Kristianandar korban pengroyokan saat hendak dibawa ke pemakaman Desa setempat

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Rahmat Kristianandar (16), seorang pelajar asal Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang diduga jadi korban pengroyokan pada hari Jumat (23/04), dan kondisinya tak sadarkan diri saat dirawat selama 13 hari di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Jombang, akhirnya meninggal dunia pada pagi ini sekitar pukul 10.30 WIB.

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang pavilium Asoka RSUD Jombang, namun nyawa Rahmat masih tak tertolong. Rencananya jenasah Rahmat akan dimakamkan oleh pihak keluarga pada siang ini (6/07).” Setelah ini kita akan bawa pulang jenazah Mamat (red: Rahmat) dan kita makamkan” ujar Kastinah (58) ibu korban saat ditemui kanalindonesia.com, di ruang jenazah RSUD.

Setelah hampir dua minggu tak sadarkan diri akhirnya Rahmat menghembuskan nafasnya saat didampingi oleh ibu kandungnya, di RSUD Jombang.” Sudah 13 hari tak sadarkan diri mas, akhirnya Mamat pulang (red: meninggal),” katanya.

Sementara itu pihak kepolisian masih memburu para pelaku pengroyokan yang identitas dan cirri-cirinya sudah diketahui. “ sejumlah barang bukti sudah kita amankan. Kasusnya masih kita dalami dan sejumlah saksi juga sudah kita periksa. Cepat atau lambat kita akan amankan para pelakunya,” ungkap AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang.(elo)