LInK Tuding, Disperta Gagal Tangani Wereng

tanaman padi yang terserang hama Wereng Batang Coklat di Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Aan Anshori selaku direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LInK), tuding Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang, gagal dalam menangani serangan hama wereng batang coklat (WBC), di sejumlah areal sentra padi di Jombang, yang merugikan para petani.

Saat ditemui kanalindonesia.com, Aan mengatakan bahwa serangan hama wereng bisa saja terjadi kapan saja, dan dipengaruhi banyak factor, namun Dinas terkait harusnya bisa memprediksikan hal tersebut. “ menurutku serangan hama wereng bisa terjadi kapan saja. Faktornya banyak. Namun demikian, Dinas Pertanian seharusnya telah mampu memprediksikan hal ini dan menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan paling buruk,” ungkap Aan.(06/07/2017)

Masih menurut Aan, jika ada pejabat menyalahkan alam sebagai factor penyebab masalah dan alasan lainnya termasuk cuti hari raya, itu hanya merupakan alasan semata, dan justru namanya lari dari tanggung jawab.

“menurutku, ia (red: Kepala Dinas) tengah lari dari tanggung jawab dan tengah menutupi kemalasannya saja. Miliaran rupiah telah digelontorkan ke SKPD ini, agar mampu melindungi petani dari peristiwa seperti saat ini. Dinas pertanian telah gagal. Kepala SKPDnya harus tanggung jawab, termasuk bupatinnya,” tegasnya.

Imbuh Aan, Pemkab perlu segera menetapkan peristiwa wabah wereng ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) agar petani bisa dikompensasi kerugiannya.”Para petani perlu menemui Bupati secara berjamaah, meminta agar sektor pertanian dilindungi lebih serius, dan kerugian ada pihak yang bertanggung jawab,” tukasnya.

Sementara itu Agus (27) petani asal Kecamatan Tembelang, mengaku bahwa pada musim panen kali ini pihaknya harus menanggung kerugian jutaan rupiah karena biaya tanam tidak kembali akibat serangan hama wereng.” Tahun ini alamat harus hutang dulu mas, karena panennya gagal, kena wereng,” paparnya.

Meski serangan hama WBC ini melanda tanaman sentra padi yang hampir di 15 Kecamatan di Jombang, namun pihak Disperta dan DPRD Jombang, belum menetapkan peristiwa serangan hama WBC, ini menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), dan beranggapan bahwa fenomena ini hanya keteledoran petani dan dinas akibat hari raya. Sejumlah petani yang gagal panen kini hanya bisa meratapi nasibnya.(elo)