Wow, Ada Lima Klinik Buka Rehabilitasi Narkoba Ilegal

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Meskipun Presiden Republik Indonesia telah menyatakan Perang terhadap Narkoba, namun buktinya masih banyak peredaran narkoba di wilayah Hukum Polda Metro Jaya, di Jakarta Barat terdapat empat klinik yang berada di Mangga Besar, dan satu klinik lainnya di Kelapa Gading Jakarta Utara, membuka praktek liar rehabilitasi korban Narkoba.

“Bukannya pulih, pasien yang datang justru makin ketagihan jenis obat penenang yang tergolong Narkoba,” ungkap seorang anggota keluarga korban, Ma (46), Kamis (06/07/2017).

Ma mengatakan, hidup sepupunya tergantung infus setelah berobat di satu klinik di Mangga Besar. Biaya sekali infus Rp 700.000. Sepupunya datang berobat ke klinik karena menderita stres berat.

“Setelah beberapa kali diinfus, sepupu saya justru ketagihan seperti pecandu Narkoba,” tutur Ma. Setiap hari, sepupunya mengonsumsi enam ampul obat penenang. Sejak mengonsumsi cairan infus, sepupu Ma jadi suka berbohong, berhalusinasi, dan mudah mimpi indah.

Karena khawatir, Ma kemudian memeriksakan cairan infus yang dikonsumsi sepupunya ke dokter. Dokter kemudian membawanya ke laboratorium farmakologi. Hasilnya, cairan infus tersebut mengandung Narkoba jenis psikotropika, yaitu diazepam, midazolam, dan proprofol.

Penelusuran sejumlah wartawan kemarin menunjukkan lima klinik yang menjual obat penenang berunsur psikotropika secara bebas. Kelima klinik tersebut sekaligus menjadi tempat pasien mengonsumsi obat penenang dalam cairan infus. Sejumlah pasien yang ditemui mengatakan senang datang ke klinik tersebut karena dapat mengonsumsi infus berunsur psikotropika, bebas.

Klinik Mabes 8, di Jalan Mangga Besar VIII, Taman Sari, menunjukkan, rehabilitasi terhadap pasien pecandu Narkoba dilakukan tanpa pendampingan dan hasil pemeriksaan psikologi seperti disyaratkan pada setiap langkah rehabilitasi seorang pecandu Narkoba. Dokter yang memeriksa hanya memakai kaos oblong hitam.

Petugas klinik hanya memeriksa tensi darah dan sudah sesering apa mengonsumsi Narkoba. Seorang wartawan yang menyamar sebagai pasien mengatakan biasa memakai sabu. Terakhir memakai sabu tiga hari lalu.

Dokter kemudian menawarkan pada pasien penggunaan obat kapsul, suntik, atau infus. Sang wartawan kemudian memilih dan membeli dua kapsul. Harga sebutir kapsul Rp 100.000.

“Soal kandungannya, itu rahasia kami, itu racikan kami, pasien disitu tidak wajib datang rutin untuk berobat,” tutur dokter saat wartawan bertanya kepadanya.

Pantauan awak media, selain klinik tersebut, ada tiga klinik serupa lainnya yaitu Klinik Sehati, Klinik Ayodia, Klinik Manuela. Satu klinik lain, Klinik Bertha, berlokasi di Kelapa Gading.

Penggunaan obat penenang sempat membuat heboh ketika seorang wanita muda, Vionina Magdalena (23) berjalan nyaris bugil di sekitar Taman Sari dan Mangga Dua. Terungkap kemudian Vioni dihinggapi halusinasi karena mengonsumsi obat penenang yang berlebihan. (ery ns)