Pasutri Dicokok Polisi, Saat Oplos Miras

miras oplosan yang berhasil diamankan polisi

KANALINDONESIA.COM, BLITAR : Pasangan suami istri (Pasutri) Aiyunita Erlinarsih (38) dan Arena (32) warga jalan Mayor Bismo gang Makam RT 31 RW 05 Desa Semampir, Kota Kediri, harus diglandang ke Polres Blitar, hal ini dikarenakan keduanya terbukti memproduksi minuman keras (Miras) oplosan yang tidak sesuai standart dan membahayakan kesehatan. Keduanya diamankan petugas di sebuah rumah kontrakan di Dusun Tegalrejo, Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Blitar Jawa Timur, pada Kamis (6/7).

Berawal dari laporan masyarakat sekitar, yang mencurigai aktifitas yang dilakukan oleh pasutri tersebut, akhirnya pihak yang berwajib melakukan penyelidikan, dan ternyata informasi tersebut benar adanya.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan salah seorang tersangka,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya pada sejumlah awak media.(06/07/2017)

Masih menurut penjelasan Slamet, pelaku mencampur beberapa bahan seperti arak jowo, air mineral, alkohol dan karamel (perasa) untuk kemudian dikemas kembali kedalam botol miras bekas dan diedarkan dengan menggunakan merk terkenal, seperti Kuntul dan Whisky.

“Berdasarkan keterangan pelaku, semua bahan berupa arak jowo, perasa, dan alkohol dicampur kemudian dikemas kembali kedalam botol untuk diedarkan menggunakan merk terkenal,” paparnya.

Dari rumah pelaku lanjut Slamet, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku mengoplos miras. Di antaranya 6 jerigen warna putih berisi 30 liter arak jowo, delapan botol miras gepengan Vodka, 183 botol miras kosong, gentong tandon air, serta ratusan tutup botol. Setiap harinya pelaku memproduksi kurang lebih 200 liter miras oplosan. Dengan modal Rp 180 ribu untuk satu jerigen arak jowo, ia bisa meraup keuntungan hingga dua kali lipat. Ia mengaku terpaksa mengoplos miras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Uangnya ya untuk makan sehari-hari,” ujar Slamet.

Imbuh Slamet, saat ini salah satu pelaku atas nama Aiyunita Erlinarsih diamankan di Polsek Talun untuk dimintai keterangan. Sementara suaminya Arena, berhasil melarikan diri saat penggerebekan dan masih dilakukan pengejaran. Akibat perbuatannya mengoplos miras, keduanya terancam undang-undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. “Hingga saat ini kasus ini masih kita kembangkan karena masih ada satu pelaku yang melarikam diri,” pungkasnya.(mbt1/elo)