Kenakan Baju Koko Suhandoyo Didampingi Pengurus BMI dan Projo, Kembalikan Formulir

Suhandoyo saat memakai baju koko dari Khofifah

KANALINDONESIA.COM, SURABAYA : Suhandoyo selaku ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Jawa Timur (Jatim), yang sekaligus Ketua Projo Jatim hari ini mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) Jatim ke kantor DPD PDIP Jatim, Jumat 7 Juli 2017.

Didampingi ratusan kader BMI, Projo, Relawan dan pengurus DPC PDIP dari 23 kabupaten kota, mengawal anggota Komisi E DPRD Jatim tersebut, kembalikan Formulir PDIP

Erjik Bintoro selaku ketu Relawan Suhandoyo saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan, pengembalian formulir ke kantor DPD PDIP Jatim dilakukan pada pukul 14.00 WIB. Tapi keberangkatan Suhandoyo menjadi terlambat, karena menunggu kiriman baju koko berwarna merah dari Mensos Khofifah Indar Parawansa.

” tadi agak terlambat gara-gara masih menunggu kiriman baju koko warna merah dari Bu Khofifah. Ada dua baju koko warna merah, satunya ukuran L1 dan satunya ukuran L2. Ternyata saat dipakai Mas Suhandoyo yang cukup bajunya ukuran L2. Mas Suhandoyo kan daftar cawagub, berarti pas L2 sesuai bajunya,” ungkap Ergik.(07/07/2017)

Sementara itu Suhandoyo saat disinggung terkait baju dari Bu Mentri pihaknya menjelaskan, dirinya sangat bangga mengenakan baju koko merah pemberian Khofifah. Visi misi Suhandoyo adalah membuat Jatim sebagai daerah tujuan pariwisata, baik itu wisata alamnya dan wisata religi. Ini karena Jatim banyak ditempati Walisongo.

Lanjut Suhandoyo yang merupakan mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai dalam penentuan pasangan yang maju bersamanya pada Pilgub nanti. “Saya akan digandengkan siapapun nggak ada masalah. Saya baik dengan Khofifah, Gus Ipul dan Pakde Karwo,” tuturnya.

Bahkan pihaknya menyatakan Khofifah dimungkinkan direkom PDIP, meskipun tidak mendaftar ke DPD PDIP Jatim. “Ini sama seperti Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Ahok tidak mendaftar. Tapi karena PDIP mementingkan kepentingan rakyat, Ahok diusung. Kalau akhirnya kalah itu kan memang prosesnya,” tukasnya.(msb1/elo)