Diduga Depresi dan Sakit Diabetes, Warga Ponorogo Ditemukan Gantung Diri

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Warga Desa Besuki, Kecamatan Sambit, Ponorogo dikejutkan dengan ditemukanya Sampurno(65) dalam kondisi gantung diri dirumahnya, Jumat(07/07/2017) malam sekira pukul 18.15 WIB.

Ditemukanya korban yang telah meninggal gantung diri di kayu blandar rumahnya oleh tiga orang warga setempat yang curiga rumah korban dalam kondisi gelap karena sudah malam lampu tidak dinyalakan.

Melihat rumah korban dalam kondisi gelap tersebut bersama-sama mencari korban, namun setelah dipanggil-panggil korban tidak menjawab.

Kemudian 3 orang tersebut berusaha masuk kedalam rumah dan setelah menyalakan lampu dan mencari sampai kedapur dan menemukan korban sudah meninggal gantung diri di kayu blandar dapur rumah miliknya.

Menemukan korban gantung diri kemudian ketiga warga melaporkan ke tetangga dan Bhabinkamtibmas Desa Besuki yang selanjutnya pelaporan diteruskan ke Polsek Sambit.

Mendapati laporan tersebut, anggota Polsek Sambit segera mendatangi TKP.

Bersama tim identifikasi Polres Ponorogo dan petugas medis Puskesmas Sambit kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban dan tidak diketemukan bekas penganiayaan.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban semasa hidupnya tergolong sangat tertutup.

Selain itu korban selama ini menderita sakit diabetes tahunan, dan saat ini sedang mengalami perselisihan dengan istri keduanya.

“Dugaan sementara, korban selama ini mengalami depresi akibat ada perselisihan dengan istri ditambah lagi selama beberapa tahun terakhir korban mengalami sakit diabetes yang tidak kunjung sembuh,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Setelah diketahui meninggalnya korban murni karena gantung diri dan setelah dilakukan pemeriksaan, oleh tim identifikasi Polres bersama petugas medis Puskesmas Sambit tidak diketemukan luka bekas penganiayaan pada jenazah korban.

“Setelah dilakukan identifikasi pada jenazah korban tidak diketemukan luka bekas penganiayaan,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto.

Jenazah korban kemudian diserahkam ke pihak keluarga untuk dimakamkan.(*)