Di Ngawi : Angka Lakalantas Meningkat, Prediksi Macet Arus Lebaran Tidak Terjadi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Hasil dari evaluasi pengamanan arus mudik maupun balik selama Lebaran 2017 di wilayah Ngawi cukup terkendali dengan baik.

Hal itu terlihat dari Operasi Ramadniya yang digelar Polres Ngawi selama 16 hari mulai 19 Juni dan berakhir 04 Juli 2017 lalu.
Dari sisi positif prediksi macet arus kendaraan mulai H-7 sampai H+ 4 Lebaran akibat jalur alternative dibuka tol Solo-Ngawi tidak terjadi. Namun sebaliknya angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengalami peningkatan tetapi jumlah korban jiwa bisa ditekan.

“Selama Operasi Ramadniya 2017 kemarin yang kita gelar hasilnya cukup baik. Prediksi macet sama sekali tidak terjadi hanya saja jumlah laka ada peningkatan namun jumlah korban meninggal bisa ditekan,”terang Wakapolres Ngawi Kompol Soehono, Jumat kemarin, (07/07/2017).

Dijelaskan Soehono, angka lakalantas selama Operasi Ramadniya 2017 mengalami peningkatan dengan tren 167 persen yakni tahun 2016 hanya terjadi 9 peristiwa sedangkan 2017 ini naik tajam menjadi 24 kejadian lakalantas.

Jumlah korban jiwa tahun ini sama dengan tahun sebelumnya yakni tercatat 2 orang meninggal. Sedangkan jumlah korban luka baik berat dan ringan trenya naik menjadi 875 persen dari 11 orang menjadi 40 orang dengan kerugian material mencapai Rp 50 juta lebih.

Sedangkan arus kendaraan baik roda empat maupun sepeda motor yang masuk ke wilayah Ngawi yang terpantau dari Pos Mantingan selama Operasi Ramadniya 2017 sebanyak 228.130 kendaraan dan keluar Ngawi sebanyak 216.249 kendaraan.

Kemudian untuk kendaraan yang masuk ke jalur alternative khususnya tol melalui pintu exit di Widodaren sebanyak 16.516 kendaraan dan yang keluar 33.553 kendaraan. Pungkas Kompol Soehono suksesnya Operasi Ramadniya 2017 yang digelar Polres Ngawi tidak lepas dari dukungan semua pihak. (dik)