Mensos Khofifah Pantau Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai PKH Di Lamongan

KANALINDONESIA.COM , LAMONGAN: Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja di Lamongan, Jawa Timur, Minggu (09/07/2017).

Kunker Mensos ini untuk memantau langsung penyaluran bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lamongan dengan sistem baru yakni non tunai. 

Penyerahan bantuan dana sosial non tunai itu bekerja sama dengan PT BNI Persero Tbk menyelenggarakan kegiatan penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai di pendopo Kecamatan Deket.

Sebanyak 47.561 keluarga penerimaan manfaat masuk dalam PKH kabupaten Lamongan yang menerima bantuan sosial non tunai ini. Pencairan ditahap pertama warga mendapat Rp 1 juta.

Khofifah Indar Parawansa dalam dialognya dengan 347 ibu-ibu penerima PKH mengingatkan untuk tidak menggunakan dana bansos selain untuk keperluan sekolah anak.

“Dana PKH harus digunakan sesuai keperluan anak sekolah. Jadi jangan digunakan untuk keperluan lain,” jelasnya saat berdialog dengan masyarakat penerima bantuan sosial non tunai.

Khofifah menambahkan, banyaknya penerima bantuan sosial non tunai di kabupaten Lamongan, membuat pihak perbankan harus melakukan ferivikasi dan notifikasi antar penerima dan perbankan.

“Saya ingin melihat secara langsung proses penerimaan bantuan sosial non tunai ini. Makanya saya sendiri datang ke lamonfan untuk menyaksikannya. Ini kecamatan ke 9 dari 27 kecamatan di lamongan yang akan menerima bantuan sosial non tunai.

Meski bantuan sosial non tunai ini sudah berada di masyarakat, Khofifah tidak menyarankan warga untuk menggunakan ATM sendirian saat mengambil uang. Karena dia mengkhawatirkan, jangan sampai terjadi kesalahan saat menginput pin, membuat Atm warga tertelan.

Maka Dari itu, kata mantan Ketua Muslimat Pusat ini, tim pendamping diminta untuk terus melakukan pendampingan ke warga dan mengantar ke outlet atau atm terdekat. (fer)