Beberapa SMA dan SMK Di Lamongan Belum Penuhi Pagu

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Selain persoalan sulit mengakses PPDB online seperti yang terjadi di Jawa Timur, ternyata ada juga sekolah yang belum terpenuhinya kuotanya hingga batas akhir pendaftaran calon siswa baru.

Hal itu misalnya terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hingga hari terakhir pendaftaran Selasa (11/7/2017) belum mencapai batas pagu. Padahal hari ini adalah hari terakhir pendaftaran.

“Sistem PPDB secara online atau daring (dalam jaringan) khusus untuk SMA dan SMK Negeri hanya beberapa yang mencapai pagu, sementara 9 lainnya belum tercapai,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Lamongan Sun’ah S.Pd, M.Pd

Raya rata SMA dan SMK mengalami hal serupa bahkan hampir seluruh SMK di Lamongan itu tidak semua jurusannya memenuhi pagu. Seperti halnya dalam jurusan tata busana atau Busana Butik.

“Kalau di SMK pagunya berdasarkan jurusan dan setiap SMK memiliki lebih dari satu jurusan yang jumlah pendaftarnya mayoritas kurang dari pagu,” ucapnya.

Menurut Sun’ah, seluruh lembaga SMA maupun SMK  Negeri yang pagunya belum terpenuhi telah berkirim surat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk meminta perpanjangan waktu PPDB. Dan perolehan perpanjangan tersebut hingga selasa siang ini.

Menurut Sun’ah Sistem PPDB tahun ini lebih rumit daripada tahun lalu dan jeda waktu antara bimbingan teknis dengan pelaksanaan PPDB juga terlalu singkat yaitu hanya satu minggu serta banyak wali murid yang belum memahami tata cara pendaftaran,” katanya

Namun hal tersebut menjadi pembelajaran bagi Kacabdisdik jatim wilayah Lamongan. Dan akan menjadi tugasnya ditahun depan agar dapat memenuhi pagu. (fer)