Kacabdisdik Jatim Wilayah Lamongan Buka Workshop Pembekalan Guru

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Lamongan Sun’ah S.Pd, M.Pd mengharapkan para guru harus mampu merubah “Mainsed” (pola Pikir) dengan kemampuannya dalam penerapan sesuai acuan revisi kurikulum 2013, sehingga hasilnya mampu mengembangkan dan merubah pola pikir peserta didik yang berkarakter.

Sebelum melakukan Bimbingan Teknis (Bintek) Perjurusan yang akan dilaksanakan serentak Sejawa Timur di Hotel Selecta Batu Malang, pada 20-22 Juli 2017 mendatang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Lamongan melakukan Workshop untuk pembekalan para guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Lamongan, Selasa (11/07/2017).

Workshop Penyusunan Kurikulum 2013 Revisi 2017 SMKN 2 Lamongan Tahun Pelajaran 2017-2018 dihadiri sekitar 80 guru. Kacabdisdik jatim wilayah lamongan Sun’ah dan Kepala SMKN 2 Lamongan Drs. Matekur M.Pd memberikan pembekalan persiapan para guru untuk di Batu Malang.

Sun’ah menambahkan, agar seluruh guru SMKN 2 mampu menjadi teladan bagi para siswanya, para guru itu dibekali mengikuti workshop. Hal tersebut agar dapat mensosialisasikan pendidikan karakter, tidak hanya memperoleh ilmu untuk dirinya sendiri, tetapi perlu mentransfer ke guru lainnya yang ada di sekolah masing-masing.

Sehingga ke depan para guru benar-benar teladan bagi seluruh anak didiknya sesuai harapan bangsa ke depan untuk berkarakter baik.

Sementara itu Kepala SMKN 2 Matekur dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan workshop dan sosialisasi selain untuk pengembangan dan revisi K 13 dalam peningkatan kualitas guru.

Selain itu juga dalam melaksanakan PBM mensinergikan dan mengimplementasikan seluruh mata pelajaran sesuai anjuran kurikulum 2013 yakni pendidikan karakter.

Selain itu tambah Matekur, upaya yang dilakukan untuk memberdayakan para guru agar mampu mengikuti materi sesuai kurikulum sekaligus dapat membuat rincian evektif, penyusunan program semester, tahunan, evaliasi serta rancangan rencana pelaksanaan pembelajaran termasuk budaya literasi, yang diikuti oleh sejumlah guru. (fer)