Satreskrim Polres Jombang, Musnahkan Ribuan Petasan dan Bahan Peledak

Tim Gegana saat proses meledakkan bahan petasan  di TPA Desa Banjardowo Kecamatan Jombang, Jombang Jatim.(ang)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Satreskrim Polres Jombang memusnahkan ribuan petasan dan 1 kuintal lebih bahan peledak (red: obat petasan). Obat petasan ini merupakan hasil sitaan Polres Jombang. Dalam proses pemusnahan ini Satreskrim juga melibatkan Tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim. Obat petasan ini diledakkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Banjardowo Kecamatan Jombang, Jombang Jawa Timur, Selasa 11 Juli 2017.

“Sesuai instruksi bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, bahwa setiap kegiatan pemusnahan bahan-bahan peledak harus melibatkan ahlinya dalam hal ini Tim Gegana Sat Brimob,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, pada sejunlah awak media sebelum proses pemusnahan.

Lima orang tim Gegana berseragam serba hitam bersama anggota satreskrim memasukkan bahan-bahan peledak tersebut ke sebuah lubang dengan kedalaman sekitar 5 meter dengan diameter 8 meter yang sudah disiapkan. Bahan peledak tersebut sebelumnya dangkut dari mapolres setempat menuju TPA menggunakan sebuah kendaraan pick up.

obat petasan saat diturunkan dari mobil pikcup.(ang)

Setelah bahan-bahan tersebut itu ada di dalam lubang, tim gegana menyiapkan serangkaian alat peledak. Selanjutnya, petugas Gegana meminta semua orang yang ada di lokasi untuk menjauh dari titik lubang lokasi peledakan. Beberapa saat kemudian dalam hitungan 5 mundur, petugas meledakkan bahan tersebut. “Kita juga tidak mau resiko. Ini (red: pemusnahan) biar dilakukan petugas yang memang memiliki keahlian,” ungkap Norman.

Norman menjelaskan, barang bukti bahan peledak yang dimusnahkan terdiri 4.080 petasan jadi siap jual, bahan pembuat terdiri belerang sebanyak 10,5 kilogram, serbuk peledak 23 kilogram, potasium 18 kilogram, brown 55 kilogram, dan semen putih 50 kilogram serta  400 biji selongsongan.

“Semua barang bukti kami sita dari 20 tersangka berasal dari beberapa kecamatan di wilayah hukum Polres Jombang . Saat ini para tersangka menjalani proses hukum dengan dijerat Pasal 1 ayat (1) dan ayat (3) UU Darurat No 12 Tahun 1951. Ancaman pidananya maksimal 12 tahun penjara,” pungkasnya.(elo)