Pengroyokan TNI, Satreskrim Periksa 15 Saksi

AKP Norman Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Jombang.(ang)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Satreskrim Polres Jombang terus mendalami kasus pengroyokan dua anggota TNI Serda MK dan Kelasi Dua RD, Minggu (9/7) malam saat ada pertunjukan kuda lumping di rumah salah satu warga Desa Jogoloyo Kecamatan Sumobito. Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 15 saksi dimana dua diantaranya berpotensi menjadi tersangka.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Wahyu Norman Hidayat. Bahkan menurutnya selain Serda MK dan Kelasi Dua RD, ada satu anggota TNI lainnya yang rumahnya dirusak oleh puluhan pemuda mabuk Minggu malam itu.

“Ternyata Serda  MK dan Kelasi Dua RD yang menjadi korban pengroyokan adalah bapak dan anak. Dalam kasus ini ada dua orang yang berpotensi sebagai tersangka,” kata Norman.

Kendati enggan membeberkan nama-nama yang diperiksa menjadi saksi serta pelaku yang berpotensi sebagai tersangka, Norman mengungkapkan jika dua pria yang berpotensi sebagai  tersangka melakukan tindakan provokatif hingga akhirnya keributan terjadi.

“Keributan juga mengakibatkan rusaknya rumah satu anggota TNI lainnya berinisial YS serta adanya peraktik penjarahan burung di rumah salah satu perangkat desa. Untuk lengkapnya nanti akan dirilis oleh bapak Kapolres,” ujar Norman.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 25 pemuda yang diduga kuat dalam pengaruh minuman keras alias mabuk nekat mengkroyok dua anggota TNI. Para pemuda ini sebelumnya terlibat keributan di area parkir. Saat ditegur oleh Kelasi Dua RD, para pemuda ini justru mengeroyok anggota TNI tersebut.(elo)