Aktifis LINK, Jika Ditemukan Penggiringan Buku, Laporkan ke Omdbusman

istimewa
istimewa
KANALINDONESIA.COM : Pencairan dana BOP (bantuan operasional pendidikan) untuk PAUD (pendidikan anak usia dini terus menuai kritik tajam. Pasalnya, proses pencairan tersebut diduga ada indikasi permainan dan kongkalikong yang mengeruk keuntungan dari anggaran tersebut, Selasa (19/07/2016).

Aan Anshori, aktifis LINK (lingkar indonesia untuk keadilan meyakini bahwa pencairan BOP sudah ada mekanisme dan syarat – syaratnya yang sudah diatur. Jika ada persyaratan lain di luar yang telah ditentukan, penerima BOP harus berani menolaknya, misalnya ada ‘ ketentuan ‘ beli buku dari distributor tertentu.

Ia mendesak agar penerima BOP tidak terikat dengan agen atau distributor khusus. Jika ada indikasi praktek pemotongan atau dihambat penyaluran BOPnya, penerima BOP bisa mengumpulkan bukti – bukti sebagai bahan atau acuan untuk melaporkan hal ini ke komisi Ombudsman RI (Republik Indonesia).

Tak hanya mengumpulkan bukti – bukti untuk di laporkan ke Ombudsman RI. Mengingatkan kepada pihak penerima dan atau penyalur BOP bahwa penyalahgunaan dana ini bisa berimplikasi pada adanya tindak pidana korupsi yang bisa berakibat penjara. Sekali lagi para pihak yang berkaitan langsung dengan pencairan dana tersebut, jangan main -main, penjara sudah siap menanti,” Tuturnya.

Ketua komisi A yakni Mulyani Dewi Puspita dari partai Demokrat masih enggan memberikan komentar terkait adanya dugaan pengondisian pengadaan buku menggunakan alokasi dana BOP di Kab. Jombang. Dan ketika di konfirmasi via seluler pihaknya mengatakan,” masih belum ada laporan yang masuk ke kami selaku komisi D, mas,” ungkapnya.

(an)