Kades Sukorejo, Dilaporkan BPD Ke Kejaksaan Negeri Jombang

warga Sukorejo dan anggota BPD saat melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kades Sukorejo

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ucok Rambe selaku anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan didampingi oleh dua warga Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang Jawa Timur, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Jombang untuk melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh kepala Desanya, pada Rabu 12 Juli 2017.

Saat ditemui kanalindonesia.com, Ucok mengatakan bahwa pihaknya melaporkan kasus dugaan korupsi bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), yang berupa pupuk kandang senilai 20 juta rupiah pada tahun 2014 dan 25 juta rupiah pada tahun 2015, yang berasal dari industri pakan ternak yang berlokasi di desa setempat. “Seharusnya, dana CSR dari perusahaan itu dikelola dengan baik oleh desa. Termasuk disalurkan kepada siapa dan di mana itu harus jelas. Tapi ini tidak ada dalam PADes dan APBDes,”katanya.

Imbuh Ucok, selain melaporkan kasus dugaan korupsi, Ucok juga melaporkan adanya dugaan pungli setoran untuk Rumah Pemotongan Hewan (RPH). “Mestinya, sumber pendapatan desa baik dari PADes maupun pendapatan lain dimasukkan pada  APBDes, tapi nyatanya ini tidak,”ungkap Ucok.

Dari pantauan kanalindonesia.com, dengan menunjukkan bukti – buktik berupa tiga lembar kwitansi, dua kwitansi setoran dari RPH yang ditandatangani oleh perangkat desa, satu kwitansi dari pihak industri pakan ternak kepada yang diterima kepala desa, serta copy an APBdes desa Sukorejo tahun 2014, 2015, dan 2016, dirasa warga sudah cukup untuk dijadikan bukti pelaporan pada Kejaksaan Megeri Jombang.

Sementara itu Nurngali selaku Kasi Intel Kejaksaan saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), terkait adanya laporan tersebut, pihaknya hanya membaca dan enggan memberikan komentar.(elo)